Sentilan Gubsu Edy untuk Ridwan Kamil yang Surati Jokowi
Foto: Gubsu Edy Rahmayadi Ahmad Arfah-detikcom)

Sentilan Gubsu Edy untuk Ridwan Kamil yang Surati Jokowi

IDTODAY NEWS – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi diminta menyurati Presiden Jokowi saat menerima massa demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Ada nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam jawaban Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi ceritanya menerima perwakilan buruh dalam rapat di rumah dinasnya, Medan, Senin (12/10/2020). Salah satu perwakilan buruh, Ridho, berbicara langsung dengan Edy.

“Untuk sementara, seperti Gubernur Jawa Timur, Jawa Barat, hanya meminta kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara untuk meminta penangguhan sementara sebelum turunannya dibuat DPR,” kata Ridho.

Baca Juga  Batal Hadiri Deklarasi KAMI Rengasdengklok, Gatot Nurmantyo Hanya Pidato Di Kediaman Daday Hudaya

Edy Rahmayadi menjawab aspirasi buruh. Edy Rahmayadi mendengarkan semua masukan dan aspirasi.

Lebih jauh, Edy mengaku belum akan membuat surat atau pernyataan apa pun terkait UU Ciptaker. Edy mengatakan bakal mendengarkan masukan dan mempelajari lebih dulu soal UU Ciptaker yang menjadi polemik. Cara dia, kata Edy, berbeda dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Saya katakan tadi bukan soal takut dan tidak takut, perkaranya ini kita orang intelektual. Buruh-buruh ini juga bukan sembarang bapak-bapak ini, bapak-bapak ini ketuanya. Bapak juga harus dengar pendapat saya, saya mau mendengar pendapat Bapak. Tapi kalau ini sudah riil, undang-undang seperti ini, jangankan pakai surat, saya datang menghadap, kalau sudah pasti. Kalau tidak ya dianggap apa saya nanti. ‘Oh ada Pak kayak Ridwan Kamil sudah ngomong.’ Ya iyalah dia berani seperti itu, salah atau benar nomor dua. Saya nggak mau, lain Ridwan Kamil, lain Edy,” kata Edy.

Baca Juga  Kena Prank Anak Akidi Tio, Ade Armando Tetap Puji Pengusaha Tionghoa

Letjen Purnawirawan TNI itu mengatakan pihaknya sudah mengikuti rapat dan diminta Jokowi mengkaji UU Ciptaker. Jokowi, kata Edy, meminta pendapat terkait UU yang merupakan inisiatif pemerintah itu.

“Jadi rapat Zoom yang dipimpin langsung oleh Presiden saat itu saya ada di Madina (Mandailing Natal), tapi diwakili bapak Wagub. Presiden sudah menyampaikan tolong kaji yang benar, berikan masukan-masukan kepada saya,” ucapnya.

Baca Juga  Jokowi Bagi-bagi Donat ke Anak-anak Korban Banjir Kalsel Panen Cibiran

Edy menyebut pihaknya akan membentuk tim untuk membahas UU Ciptaker. Edy mengatakan dirinya akan menyampaikan masukan ke Jokowi setelah pembahasan selesai.

“Untuk memberi masukan ini, nanti Pak Kejaksaan ikut, dari intelektual ikut, Bapak-bapak (perwakilan buruh) sekalian ikut. Berikan masukan kepada Presiden, saya tanda tangani, tapi kan yang ada ujungnya. Saya juga punya harga diri, mohon maaf, kalau tidak yakinkan itu benar, saya tidak mau,” jelas Edy.

Baca Juga  Penolakan UU Cipta Kerja Akumulasi Kekecewaan Masyarakat ke Jokowi

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Kamis (8/10) menemui massa gabungan serikat pekerja di Jawa Barat. Ridwan Kamil didampingi oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Pangdam/III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto serta para pimpinan serikat buruh.

Pertemuan digelar di depan Gedung Sate. Ridwan Kamil menyatakan akan mengirimkan surat aspirasi dari buruh kepada Jokowi dan DPR RI pada Jumat (9/10).

Baca Juga  Soal Omnibus Law, Denny Siregar ke Anies Baswedan: Gak Perlu Merasa Wakili Semua Gubernur

“Saya sudah menandatangani surat pernyataan dari poin-poin aspirasi yang disampaikan buruh, isinya satu menolak dengan tegas omnibus law, dan kedua meminta kepada bapak presiden untuk minimal menerbitkan perppu karena proses UU ini masih ada 30 hari untuk direvisi dan ditandatangani oleh presiden,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Sehari kemudian, Ridwan Kamil menyebut surat aspirasi buruh soal omnibus law telah disampaikan kepada Jokowi dan DPR. Dia meminta semua pihak menunggu respons dari pemerintah pusat dan DPR RI terkait aspirasi tersebut.

Baca Juga  Debat dengan Politisi PDIP, Haikal Hassan Tepis Isu Ajakan Perang Berdarah

“Sudah sampai (suratnya) hari ini, menurut Kabiro Hukum. Dua surat, satu ke DPR dan satu ke presiden. Jadi kita tinggal menunggu saja responsnya,” ujar Emil di gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (9/10).

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan