Sepertinya Jokowi dan Anies Mulai Kompak Tangani Covid-19, Ini Indikasinya

Sepertinya Jokowi dan Anies Mulai Kompak Tangani Covid-19, Ini Indikasinya
Presiden Joko Widodo atau Jokowi, didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pelaksanaan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani di Jakarta, Sabtu, 26 Januari 2019. (Foto: ANTARA)

IDTODAY NEWS – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai seirama dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Pasalnya, kata dia, Jokowi dalam sebuah pernyataan ingin penanganan Covid-19 lebih mementingkan kesehatan ketimbang ekonomi.

Bacaan Lainnya

Setelah pernyataan Jokowi itu, Anies mengimplementasikannya melalui rencana pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam pandangan Jerry, ada kesan politik dalam pengetatan PSBB itu.

“Setidaknya ini langkah tepat dan baik. Sinergitas birokrasi antara pusat dan daerah. Saya lihat konsep Jokowi, apalagi pernyataan beliau yang getol fokus ke penanganan Covid-19 ketimbang investasi maupun sektor ekonomi,” ujar Jerry kepada jpnn.com, Kamis (10/9).

Ke depan, kata dia, komunikasi politik antara pemerintah pusat dan pemda dalam penanganan Covid-19 harus seirama. Dengan begitu, pandemi Covid-19 bisa cepat selesai dan pemulihan ekonomi berlangsung singkat.

Baca Juga  Jokowi Akui PPKM Tak Efektif Tekan Penularan Covid-19, Pengamat: Kok Baru Sekarang?

“Kiranya komunikasi dan sinergitas antara pemerintah pusat san daerah khususnya DKI Jakarta seirama, searah dalam mengatasi pandemi corona. Jangan lihat siapa yang salah dan benar semua untuk Indonesia,” tutur dia.

Jerry pun berharap ruang publik tidak dihiasi bumbu tidak penting dalam penanganan Covid-19. Menurutnya, niat pemerintah pusat dan daerah perlu didukung dan bisa dikritik dengan cara tepat.

“Bagaimana mendukung kebijakan daerah, apalagi ini ibu kota. Dengan PSBB super-ketat, ini berarti mengutamakan keselamatan jiwa atau kesehatan dari ekonomi,” pungkas dia.

Sebelumnya Presiden Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna pada Senin lalu (7/9) menyatakan bahwa sektor kesehatan menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi. Jika pandemi wabah COVID-19 tidak ditangani dengan baik, pemulihan ekonomi akan sulit dilakukan.

Beberapa hari setelah pernyataan Presiden Ketujuh RI itu, Anies mengungkapkan rencananya memberlakukan PSBB ketat mulai Senin depan (14/9).

Sumber: jpnn.com

Pos terkait