Sindiran Menohok Rachland ke Ade Armando: Apa yang Mau Dibanggakan dari Kematian?

  • Bagikan
Sindiran Menohok Rachland ke Ade Armando: Apa yang Mau Dibanggakan dari Kematian?
Ade Armando dan Rachland Nashidik/ Cokro TV dan Kompas TV

IDTODAY NEWS – Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik turut mengomentari soal pakar komunikasi, Ade Armando yang membandingkan antara angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia dan Inggris.

Rachland memberi sindiran menohok bahwa lebih sedikitnya angka kematian Indonesia bukanlah sesuatu yang sepatutnya dibanggakan.

Adapun tanggapan Rachland ini dapat dilihat dalam tulisan berjudul “Stalin san Kawanan Pendengung Itu” yang diterbitkan di Medium pada Rabu, 21 Juli 2021.

Baca Juga  Warning dari Eks Pengacara HRS, Akan Ada Perebutan Kekuasaan

Awalnya, Rachland menyinggung soal Ade Armando yang membandingkan Indonesia dan Inggris dalam hal populasi dan angka kematian akibat Covid-19.

Dalam cuitan itu, Ade menyebut bahwa populasi Indonesia adalah 270 juta jiwa, lebih banyak dari Inggris yang hanya 68 juta jiwa.

Sementara, angka kematian akibat Covid di Indonesia adalah 73 ribu jiwa, lebih sedikit dari Inggris yang 128 ribu jiwa.

Baca Juga  KPK Sita Rp14,5 Miliar di Suap Bansos COVID Yang Menyeret Mensos

Menurut Racland, cara berpikir Ade Armando yang demikian sebenarnya menyelipkan propaganda.

“Ade dengan perbandingan itu mau bilang Indonesia lebih baik dari Inggris?” tanya Rachland.

Menurut Rachland, jelas sekali bahwa tingginya jumlah kematian di dua negara bukanlah sebuah kabar gembira.

Sebaliknya, angka itu justru menunjuklan kegagalan kedua negara dalam mencegah tingginya korban jiwa dalam pandemi global.

“Apa yang mau dibanggakan dari kematian?” tandas Rachland.

Baca Juga  Vandalisme di Musala Tangerang, Fadli Zon: Bisa-bisa yang Melakukan Orang Gila Terlatih

Ia juga mengingatkan bahwa angka-angka itu tidak menetap selama pandemi masih berlangsung.

Angka kematian itu, kata Rachland, akan naik atau turun tergantung kompetensi dan komitmen para pemimpin.

“Itu sebabnya para pemimpin perlu memiliki pandangan jernih. Dan karena itu, kritik dibutuhkan,” pungkas Rachland.

Sumber: terkini.id

  • Bagikan