Soal KAMI, Din Syamsuddin Siap Berdebat
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin memimpin rapat pleno XII dengan Organisasi Masyarakat Islam, Pengurus Besar Nahdlathul Ulama dan PP Muhammadiyah, di Gedung MUI, Jakarta, 9 November 2016. Dewan Pertimbangan MUI menyatakan menyesalkan ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas dugaan penistaan agama yang kemudian pemicu Aksi Damai 4 November, sehingga berpotensi menciptakan kegaduhan sosial dan politik yang dapat mengganggu stabilitas nasional. (Foto: TEMPO/Imam Sukamto)

Soal KAMI, Din Syamsuddin Siap Berdebat

IDTODAY NEWS – Inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin, siap berdiskusi dan berdebat dengan siapa saja sepanjang berbasiskan data, bukan sinisme.

“Bila perlu berdiskusi, berdebat, kami siapkan (data). Karena kami yakin dengan apa yang kami nyatakan itu berbasis ilmu pengetahuan,” katanya, saat konferensi pers “Penjelasan Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)” secara daring, seperti dikutip kantor berita Antara, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Baca Juga  Respons Gatot Nurmantyo, Moeldoko Bilang Seperti Ini

Menurut Din, KAMI adalah gerakan moral masyarakat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen bangsa yang tujuannya tidak lain untuk terwujudnya keadilan masyarakat Indonesia.

Sebagai gerakan moral, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu, KAMI juga berdimensi politik, tetapi bukan politik praktis. “Kalau pun kami bergerak ke dimensi poltik, adalah politik moral. Ini lebih tinggi dari politik praktis. Dan ini dijamin oleh UU untuk berserikat, untuk melakukan social control,” tuturnya.

Baca Juga  Menko Luhut: Pabrik Hyundai Selesai Maret 2021, 3.500 Tenaga Kerja Siap Diserap

Din mengatakan ada sekitar 150 tokoh bergabung dengan KAMI yang akan dideklarasikan pada Selasa, 18 Agustus 2020, pukul 10.00 WIB di Tugu Proklamasi, Pegangsaan Timur, Jakarta.

“Peringatan deklarasi tersebut juga akan dilaksanakan bersamaan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia ke-75, sekaligus bagi kami peringatan ditetapkan Pancasila sebagai dasar negara,” katanya.

Di antara 150 tokoh itu, kata dia, yakni Rachmawati Soekarnoputri, mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, mantan Menteri Kehutanan MS Ka’ban, dan Ketua Umum FPI Sobri Lubis.

Baca Juga  Jika KAMI Bertindak Gibran Bisa Keok di Pilkada Solo?

Dalam deklarasi itu, Din juga mengatakan akan disampaikan maklumat yang diberi nama “Maklumat Menyelamatkan Indonesia” yang telah disusun komite kerja, disepakati, dan telah final. Maklumat, kata Din, secara umum memuat keprihatinan KAMI terhadap kehidupan kebangsaan akhir-akhir ini, khususnya dalam bidang ekonomi, politik, hukum, dan hak asasi manusia (HAM).

Sumber: tempo.co

Tinggalkan Balasan