Kategori
Politik

Abdul Hamid: Pemulangan HRS Bisa Jadi Andil Jusuf Kalla, Tapi Kerumunan Di Bandara Tidak Mungkin

IDTODAY.CO – Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M. Rizieq Shihab, ke Tanah Air pada pekan kemarin, diduga tidak lepas dari andil mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla.

Direktur Visi Indonesia Strategis, Abdul Hamid mengatakan, bisa saja ada peran JK dalam pemulangan HRS. Karena sebelum HRS pulang, JK sempat melaksanakan umrah.

Termasuk soal kepentingan politik, bisa saja ada agenda untuk Pilpres 2024. Bisa menguntungkan kepada JK, atau kepada orang JK.

Abdul Hamid menyampaikan hal tersebut dalam acara Ngobrol Bareng Bang Ruslan, yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL secara virtual, Selasa (17/11).

“Jadi pemulangan bisa jadi andil Pak JK,” ujar Abdul Hamid dalam pemaparanya di dalam diskusi bertajuk ‘Penegakan Prokes Harus Benar dan Adil’ tersebut.

Keterlibatan JK dalam pemulangan Habib Rizieq ke Indonesia, menurut Abdul Hamid, tidak terlepas dari peranannya yang sudah dikenal sebagai tokoh bangsa dan negosiator ulung.

Namun begitu, Abdul Hamid melihat persoalan kerumunan massa yang menjemput Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, tidak ada kaitannya dengan JK.

Sebab menurutnya, tidak mungkin sosok politisi Senior Partai Golkar tersebut menangani hal-hal teknis seperti itu. Dan dia yakin, JK pasti tidak menghendaki kerumunan massa yang betul-betul melanggar protokol kesehatan.

“Terkait kerumunannya itu sudah tidak mungkin menjadi andil Pak JK, karena tidak mugkin beliau mengurusi dari A sampai Z mengurusi Habib Rizieq,” ucapnya.

“Tapi itu (adanya kerumunan massa) menjadi andilnya FPI di tanah air. Tapi kalau pemulangan itu bisa saja ada andil dari Pak JK,” demikian Abdul Hamid.

Sumber: rmol.id

Kategori
Politik

Mas Menteri, Kalau Tidak Enjoy Sebaiknya Mundur Saja

IDTODAY NEWS – Pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang mengaku ‘tidak enjoy’ menjabat menteri dan itu merupakan pengalaman kepemimpinan yang tersulit terus menuai beragam reaksi di kalangan masyarakat.

Direktur Visi Indonesia Strategis, Abdul Hamid menilai pernyataan Mas Menteri Nadiem itu menunjukkan ada problem serius. Sebab aneh bila seorang menteri yang seharusnya menjadi panutan justru mengungkapkan keluhannya.

“Menurut saya ini problem besar. Jika leader yang menggawangi pendidikan justru merasa tak enjoy menduduki jabatan tersebut, bagaimana bisa menghasilkan output yang maksimal?” ujar Abdul Hamid, Sabtu (26/8).

“Belum lagi persoalan kompetensi yang diragukan banyak pihak selama ini,” imbuh dia.

Menurut Cak Hamid, sapaan karib Abdul Hamid, apabila Nadiem Makarim sudah merasa tidak nyaman dengan amanah yang diembannya saat ini, lebih baik mundur.

“Saran saya untuk Mas Menteri, jika tak enjoy ya mundur saja. Itu jauh lebih baik untuk diri anda dan bangsa ini. Jangan menunggu reshuffle kabinet untuk lengser, ya gentle aja!” tegasnya.

“Karena di tangan Nadiem persoalan pendidikan jadi bertumpuk-tumpuk sedemikian rupa,” demikian Cak Hamid.

Nadiem Makarim menyebut jabatan menteri pendidikan sebagai pengalaman kepemimpinan yang tersulit, paling banyak stresnya, dan membuat dirinya tak cukup tidur. Tapi semua tantangan itu diyakini membuat dirinya semakin kuat secara mental dan memberikan pengalaman yang tak ternilai.

“Kalau ditanya apakah saya enjoyed, saya jawab tidak,” kata Nadiem, Selasa kemarin (25/8).

Sumber: rmol.id

Kategori
Ekonomi Politik

Indonesia Tidak Bisa Restart Dan Rebooting Seperti Yang Disampaikan Jokowi, Solusinya Reshuffle!

IDTODAY NEWS – Analogi Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan bahwa saat ini perekonomian dunia ibarat “komputer hang”, tidak bisa disamakan dengan kondisi ekonomi Indonesia.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Visi Indonesia Strategis, Abdul Hamid menanggapi pidato kenegaraan Jokowi, di hadapan anggota MPR, Jumat (14/8).

Dia memberi contoh, tingkat hang setiap negara berbeda-beda. Misalnya, resesi ekonomi Australia akan berbeda jika itu menimpa Indonesia, karena negara itu maju dan kaya, sehingga cukup melakukan restart, maka sistem akan refresh dan mesin akan berjalan normal kembali.

Menurut Cak Hamid sapaan akrabnya, solusi bagi ekonomi Indonesia tidak cukup merestart ataupun rebooting saja, seperti yang dikatakan Presiden Jokowi.

“Ancaman resesi ini tak cukup dengan restart atau rebooting tapi harus updrade prosessor, upgrade ram dan tentu software-nya juga. Karena motherboard yang ada tidak compatible atau tidak support dengan tantangan yang dihadapi sekarang ini,” sebut dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (15/8).

Faktanya bahwa Indonesia harus upgrade software dan perangkat lainya adalah, ketika Jokowi berulang kali memarahi para menteri karena bekerja lamban, tidak taktis dan tak punya sense of crisis.

“Itu artinya mesin yang ada tidak bekerja dengan baik, jadi perlu diugrade ke yang kekinian, high spec,” sebut Cak Hamid.

Dengan demikian, dia menyarankan agar Jokowi segera upgrade mesin pemerintahanya dengan kocok ulang atau reshuffle kabinet, dengan memperkuat bagian ekonomi dan kesehatan.

Ganti menteri-menteri yang telah terbukti gagal, seperti Mendukbud Nadiem Makarim yang gagal mengurus pendidikan di era pandemik.

“Karena jika tidak segera dilakukan reshufle kabinet, saya bisa pastikan kita akan jatuh ke dalam resesi ekonomi yang lebih dalam. Dan pidato kebangsaan Jokowi yang memukau itu akan sia-sia,” pungkasnya.

Sumber: rmol.id