Tahun 2020 Ekonomi Indonesia Minus 2,07 Persen

Tahun 2020 Ekonomi Indonesia Minus 2,07 Persen
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto/Repro

IDTODAY NEWS – Catatan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 telah dirangkum oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Di mana, secara kumulatif Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi.

Kepala BPS, Suhariyanto menjelaskan, perekonomian Indonesia berbeda dengan sejumlah negara lainnya yang pada Triwulan IV sudah berangsur membaik, namun dalam skala yang lemah.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Ekonomi Indonesia Tahun 2020 Terburuk Sejak 1998? Ini Penjelasannya

“Banyak indikator yang bisa dilihat, salah satunya indeks Purchasing Managers Index atau PMI yang menunjukkan penguatan di Oktober, namun kembali melemah November dan Desember,” ujar Suhariyanto dalam jumpa pers virtual yang disarkan kanal Youtube BPS, Jumat (5/2).

Suhariyanto menyebutkan, beberapa negara yang mengalami perbaikan pertumbuhan ekonomi positif pada triwulan IV dibanding triwulan sebelumnya (q to q), beberapa di antaranya seperti China yang tumbuh 6,5 persen dan Vietnam 4,5 persen.

Baca Juga  Target Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen hanya Angin Surga dari Pemerintahan Jokowi

“Tetapi negara mitra dagang lainnya, misalanya Amerika yang merupakan tujuan eksor kedua Indonesia pertumbuhan ekonominya triwuan keempat masih mengalami kontraksi 2,5 persen, Singapura kontraksi 3,8 persen, begitu juga Korea Selatan (-1,4), Hongkong (-3,0) dan Uni Eropa (-4,8),” paparnya.

Namun di Indonesia, lanjut Suhariyanto, erekonomannya masih mengalami kontraksi, baik secara bulanan (q to q), secara tahunan (y on y) maupun secara kumulatif.

Baca Juga  Indonesia Dipastikan Resesi, Ekonomi Makin Anjlok

Hal ini, kata Suhariyanto, disebabkan ada sepuluh sektor ekonomi yang masih mengalami kontraksi, tapi tidak sedalam pada kuartal sebelumnya.

Sebagai contoh, Suhariyanto menyebutkan pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan, yang pada triwulan II sektor ini mengalami kontraksi 30,80. Tapi, pada triwulan IV menunjukkan arah pemulihan -13,42 persen.

“Secara (q to q) (pertumbuhan ekonomi Indonesia) mengalami kontraksi sebesar 0,42 persen, dan (y on y) dibanding triwulan IV 2019 mengalami kontraksi sebesar 2,19 persen,” ungkap Suhariyant”Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 mengalami kontrakasi sebesar 2,07 persen,” tambahnya.

Baca Juga  Kantor Gubernur Aceh Dibanjiri Bunga Ucapan Selamat Termiskin di Sumatera

Baca Juga: Aktivis: Nadiem Sangat Tidak Kredibel Jadi Mendikbud

Sumber: rmol.id

Pos terkait