Tanah di Sentul City yang Dihibahkan ke PBNU Bukan Milik Luhut, Ini Ceritanya
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung ke PBNU untuk menghibahkan tanah 10 hektar di Sentul City untuk PBNU. Foto: Instagram/@nu.channels

Tanah di Sentul City yang Dihibahkan ke PBNU Bukan Milik Luhut, Ini Ceritanya

IDTODAY NEWS – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memprakarsai hibah tanah 10 hektare di Sentul City, Kabupaten Bogor, kepada PBNU. Serah terima dokumen hibah tanah tersebut dilakukan pada Rabu (20/1) di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam unggahan di akun instagram nu.channels, diketahui Luhut sendiri yang mengantarkan dokumen tanah yang dihibahkan itu ke Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Baca Juga  Luhut Pandjaitan Ngaku Mikir-Mikir Mau Maling Karena Presiden Tidak Maling

“Menko Kemaritiman dan Investasi RI Jenderal TNI Luhut Binsar Pandjaitan M.P.A. berkunjung ke PBNU untuk menghibahkan tanah,” demikian dinyatakan di akun instagram tersebut.

Penyerahan tanah hibah seluas 10 hektare itu, diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Tanah yang Dihibahkan Milik Sentul City

Dalam acara serah terima dokumen tanah tersebut, juga hadir Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid, yang merupakan putri kedua Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrachman Wahid alias Gus Dur.

Baca Juga  Harapan Komisi III Ke Listyo Sigit: Pentingkan Masyarakat Hingga Tetap Bersikap Lemah Lembut

Dikonfirmasi kumparan, Yenny Wahid mengungkapkan, tanah 10 hektare yang dihibahkan itu bukan punya Luhut secara pribadi, tetapi milik Sentul City. Yenny Wahid mengaku tidak tahu hubungan Luhut dengan Sentul City.

“Mungkin teman lama juga. Yang sumbang Sentul City, difasilitasi oleh Pak Luhut sebagai pribadi. Saya tidak paham juga,” ujar Yenny Wahid kepada kumparan, Kamis (21/1).

Sosok Tranggono Ting Bersama Luhut

Baca Juga  Perintah Jokowi Kepada Luhut Untuk Tangani Covid-19 Rentan Timbulkan Konflik Birokrasi

Dalam penyerahan dokumen hibah tanah itu, Luhut hadir di kantor PBNU bersama Tranggono Ting. Terlihat di akun instagram nu.channels, Tranggono Ting-lah yang menyerahkan langsung dokumen kepada KH. Said Aqil Siradj.

Tranggono Ting yang merupakan profesional di industri properti, diketahui pernah menjabat Presiden Komisaris Sentul City, ia diangkat pada 22 November 2016. Namun, posisinya sebagai Presiden Komisaris kemudian digantikan oleh mantan Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, sejak 14 Oktober 2020.

Baca Juga  Kritik Tidak Perlu Ditanggapi Dengan Penangkapan, FAM 58 Minta Presiden Jokowi Bebaskan Jumhur Hidayat

Tranggono Ting sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan. Beberapa posisi penting pernah dijabat lulusan Arsitektur dari Konztanz Fachhoch Schule, Jerman, yakni sebagai Direktur Utama PT Gandaria Sejahtera (1992) dan Direktur Utama PT Arthamas Sejahtera yang semuanya bergerak pada bidang properti.

Tanah Mau Dibangun Universitas NU

Yenny Wahid, mengungkapkan alasan Luhut memprakarsai hibah tanah seluas 10 hektare tersebut. Menurutnya, Luhut ingin mewujudkan percakapannya dengan Gus Dur 20 tahun yang lalu soal perlunya NU punya universitas sendiri.

Baca Juga  Soal Pesan agar SBY Seperti Habibie, Jubir Luhut: Tidak Usah Dibesar-besarkan

Luhut dan Gus Dur pernah berbicara terkait pengembangan kualitas pendidikan NU. Namun, rencana tersebut belum terwujud sampai Gus Dur Wafat. Menurut Yenny, Luhut merasa mempunyai utang moral mewujudkan visi tersebut.

Rencananya hibah tanah 10 hektare tersebut, bakal digunakan PBNU untuk kampus universitas. Hanya saja, Yenny belum bisa mendetailkan mengenai proses pembangunan hingga target yang ditetapkan.

Baca Juga: Dua Hari Usai Divaksin, dr Rani Rasyidin Terinfeksi Covid-19

Baca Juga  Abu Janda Nge-Twit soal 'Islam Arogan', PBNU: Nggak Ngerti Islam Itu

Sumber: kumparan.com

Tinggalkan Balasan