Tanggapi Klaim Nurdin Abdullah, KPK Pastikan Sudah Kantongi Bukti Kuat

Tanggapi Klaim Nurdin Abdullah, KPK Pastikan Sudah Kantongi Bukti Kuat
Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri/RMOL

IDTODAY NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan telah memiliki bukti yang kuat terkait perkara yang dihadapi oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA).

Penegasan itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri menanggapi bantahan Nurdin yang mengklaim tidak tau apa-apa terkait perkara dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi terhadap pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan  Pemerintah Provinsi Sulsel TA 2020-2021.

Bacaan Lainnya

“Kami tegaskan, KPK telah memiliki bukti yang kuat menurut hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud,” ujar Ali kepada wartawan, Minggu siang (28/2).

KPK pun kata Ali, berharap kepada semua pihak yang dipanggil dan diperiksa nantinya untuk kooperatif.

Baca Juga: Iwan Sumule: Di Negara Otoritarian, Mana Mungkin Hukum Bisa Ditegakkan?

“Kami harap para tersangka dan pihak-pihak lain yang nanti kami panggil dan diperiksa dalam perkara ini agar kooperatif menerangkan fakta-fakta sebenarnya yang mereka ketahui dihadapan penyidik,” pungkas Ali.

Baca Juga  Presiden Jokowi: Sebanyak 1,2 Juta Dosis Vaksin Buatan Sinovac Sudah Tiba

Nurdin bersama dengan lima orang lainnya telah ditangkap tangan oleh penyidik KPK pada Jumat malam (26/2) di tiga tempat yang berbeda di Sulsel.

Kelima orang yang turut diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK adalah, Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor, Nuryadi (NY) selaku supir Agung Sucipto, Samsul Bahri (SB) selaku ajudan Nurdin, Edy Rahmat (ER) selaku Sekdis PUPR Provinsi Sulsel, dan Irfan (IF) selaku supir atau keluarga Edy Rahmat.

Dari OTT itu, KPK mengamankan sebuah koper yang berisi yang sejumlah Rp 2 miliar.

Dalam perkara dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi dalam pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel TA 2020-2021 ini, penyidik KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Sebagai pihak penerima yaitu, Nurdin, Edy Rahmat. Dan pihak pemberi yaitu, Agung Sucipto.

Nurdin disebut KPK telah menerima uang sebesar menerima uang sebesar Rp 2 miliar dari tersangka Agung Sucipto terkait proyek pekerjaan Wisata Bira.

Selain itu, Nurdin juga disebut telah menerima uang dari kontraktor lainnya sebesar Rp 3,5 miliar.

Baca Juga: Mahfud MD: Artidjo Alkostar Hakim Agung Berjuluk Algojo Para Koruptor

Baca Juga  Independensi KPK Saat Ini Yang Membuat Febri Diansyah Mengundurkan Diri

Sumber: rmol.id

Pos terkait