Tanggapi Pernyataan Yasonna, Fahri Hamzah: Jika Saya Presiden Narkoba Musnah

  • Bagikan
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah. (FH Official)

IDTODAY NEWS – Politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menuding narkoba sebagai biang kerok Lapas over kapasitas.

Fahri Hamzah lewat cuitannya di Twitter, Kamis 9 September 2021, menanggapi pernyataan Yasonna Laoly itu dengan mengaku apabila dirinya menjadi presiden maka narkoba akan musnah.

Tak hanya narkoba, Fahri pun mengaku apabila dirinya menjadi presiden maka dalam waktu setahun bandar narkotika juga akan ia musnahkan.

Baca Juga  Syaifullah Tamliha: Vanuatu Seperti Negara Nggak Punya Kerjaan

“Kalau saya jadi presiden, 1 tahun narkoba dan bandarnya saya musnahkan (memenjara bandar narkoba sama dengan kirim marketing ke pasar potensial) Grinning face with smiling eyes,” cuit Fahri Hamzah.

Diketahui, pernyataan Menkumham Yasonna Laoly yang menuding narkoba sebagai biang kerok Lapas over kapasitas ia sampaikan saat menanggapi peristiwa kebakaran di Rutan Kelas 1 Tangerang yang menewaskan 41 narapidana.

Yasonna pun mendorong Revisi UU Narkotika sebagai salah satu langkah untyk mengurangi kondisi over kapasitas yang terjadi hampir di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia.

Baca Juga  WNA Jadi Bupati Di NTT Peristiwa Memalukan Dan Memilukan

“Biang kerok di lapas kami adalah over kapasitas, karena warga binaan narapidana narkotika. Selalu saya katakan sangat aneh sekali satu jenis crime yaitu kejahatan narkotika mendominasi lebih dari 50 persen isi Lapas,” ujar Yasonna Laoly dalam acara Newsroom yang disiarkan di CNN Indonesia.

Ia pun enyebut bahwa akses masyarakat terhadap keadilan harus dilakukan dengan revisi atas UU Narkotika yang dianggapnya sudah tidak relevan lagi dengan kondisi darurat narkoba di Indonesia seperti sekarang.

Baca Juga  Dari Klaster Kabinet Jokowi, Mahfud MD Peluang Punya Unjuk Gigi di 2024

Sebab, kata Yasonna, pemidanaan pengguna narkotika seperti diatur UU Nomor 35 Tahun 2009 bukan cuma mengurangi keberhasilan penyembuhan pengguna, tetapi juga menyebabkan lapas dan rutan mengalami kelebihan penghuni.

Selain itu, Yasonna Laoly juga menilai pengguna narkoba seharusnya direhabilitasi alih-alih dijatuhi sanksi pidana penjara.

“Saya sudah laporkan tadi ke Pak Menkopolhukam, saya ditelepon pak Presiden, saya jelaskan masalahnya, kenapa? Kalau pemakai itu hendaknya direhabilitasi,” ujarnya.

Baca Juga  Bandingkan UMP dan Tunjangan DPRD DKI Jakarta, Denny Siregar: Rakyat Selalu Jadi Keset

Sumber: terkini.id

  • Bagikan