Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, Wakil Ketua MPR: Bukan Saatnya Banggakan Keberhasilan

Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, Wakil Ketua MPR: Bukan Saatnya Banggakan Keberhasilan
Petugas medis melakukan tes usap Covid 19 kepada warga saat pelaksanaan tes cepat masal di SDN 01 Petamburan, Jakarta (24/11). Polda Metro Jaya menyelenggarakan tes cepat masal gratis untuk warga Petamburan dalam upaya menekan penyebaran Covid 19. (GEN) (Foto: kompas)

IDTODAY NEWS – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia tembus pada angka 1 juta, seperti diumumkan Selasa (26/1/2021). Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan menyatakan duka yang mendalam.

Menurut Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid, saatnya pemerintah fokus penanganan pandemi Covid-19 hingga tuntas.

Bacaan Lainnya

“Warga Indonesia positif Covid-19 tembus 1 juta. Banyak yang wafat, bahkan dokter dan kiai. Sekalipun lebih banyak yang sembuh, tapi ini bukan saat untuk banggakan keberhasilan,” tegas Hidayat melalui akun Twitternya, Selasa (26/1/2021).

Dengan angka tersebut, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut meminta agar semua lebih fokus dan serius.

“Agar semua lebih fokus dan serius, berkontribusi selamatkan diri/bangsa. Kalahkan Corona,” tandasnya sembari menautkan berita ajakan Menteri Kesehatan untuk merenungi tingginya kasus positif Covid-19,” lanjutnya.

Mengetahui angka positif tembus ke angka 1 juta kasus, Presiden Joko Widodo menyatakan duka dan langsung menggelar rapat terbatas bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin dan sejumlah menteri.

Baca Juga  Luhut Ajak Anak Bangsa Bersinergi Atasi Corona, Tidak Perlu Bersungut-sungut

“Hari ini Pak Presiden memanggil rapat terbatas beberapa menteri dan saya dititipi pesan oleh bapak presiden,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan secara virtual seusai menghadiri ratas, Selasa (26/1/2021).

Dalam pesan pertama, Budi mengatakan pemerintah sangat berduka karena banyak masyarakat yang meninggal akibat Covid-19. Selain itu, sambungnya, ada lebih dari 600 tenaga kesehatan yang sudah gugur dalam menghadapi pandemic Covid-19.

“Mungkin sebagian dari keluarga dekat dan teman dekat kita juga sudah meninggalkan kita. Itu momen pertama yang harus kita lalui bahwa ada rasa duka yang mendalam dari pemerintah dari seluruh rakyat Indonesia atas angka ini,” ujarnya.

Kedua, Budi mengimbau semua pihak harus sadar untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan usaha yang lebih keras lagi. Dengan demikian pengorbanan yang dilakukan tenaga kesehatan tidak menjadi sia-sia dan fasilitas kesehatan tidak terlalu berat bebannya.

Baca Juga: Putri Gus Dur Lempar Tanya Soal Wajib Jilbab Alasan Cegah Nyamuk

Sumber: kompas.tv

Pos terkait