Tugas Berat Menanti Listyo Sigit sebagai Kapolri, Begal hingga KKB

  • Bagikan
Tugas Berat Menanti Listyo Sigit sebagai Kapolri, Begal hingga KKB
Komjen Pol Listyo Sigit saat uji kelayakan calon Kapolri, di Ruang Rapat Komisi III DPR.(Foto: Setjen DPR RI)

IDTODAY NEWS – Tugas berat menanti Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri baru pada Februari mendatang. Ragam kasus besar di Tanah Air menjadi tugas utama jenderal tiga bintang ini.

Salah satunya aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang ingin merdeka sendiri dan pisah dengan NKRI. Kelompok ini jadi musuh utama TNI Polri di Indonesia bagian timur.

Baca Juga  Kapolri: PPKM Darurat Memang Tak Nyaman, tapi Demi Keselamatan Rakyat

Selain itu, di Kamtibmas sendiri juga ada kasus begal yang kian marak di setiap jalan di kawasan perkotaan di Indonesia. Bahkan tak jarang korbannya perempuan.

“Menurut saya, Kamtibmas seperti begal dan penodongan. Ini yang berbahaya karena bisa bunuh orang. Ada juga kasus di Papua dengan istilah kriminal bersenjata. Ini bukan kriminal biasa dan tak sekadar kriminal. Juga separatis,” kata pengamat politik, pertahanan dan keamanan Unismuh, Arqam Azikin, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga  Banyak Nakes Mundur, Pemerintah Diminta Percepat Pembayaran Insentif

Termasuk juga kasus tawuran sebagai masalah Kamtibmas yang tak kunjung usai. Selain itu pula, tatanan hubungan masyarakat dari berbagai elemen harus diperkuat oleh jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 ini.

Seperti menjaga hubungan dengan LSM, ormas, tokoh agama dan para akademisi. Hal itu dianggap juga paling penting bagi Komjen Listyo sebagai Kapolri baru mulai Februari 2021 mendatang.

Baca Juga  Insiden Anggota TNI AU, Natalius Pigai: Saya Bicara ke Moeldoko dan Kapolri, Tarik Militer dari Papua, Bebaskan Victor Yeimo

“Tambahannya perkuatan tatanan hubungan masyarakat. Baik di ormas, LSM dan perguruan tinggi,” jelasnya kepada Fajar.co.id.

Ada masalah besar lagi yang harus dituntaskan oleh Komjen Listyo. Ancaman terorisme juga menjadi musuh besar Indonesia yang berawal dari paham radikal seorang individu.

Apalagi belum lama ini, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menangkap 20 terduga teroris yang tergabung dalam Jemaah Asharut Daulah (JAD) Sulsel.

Baca Juga  Fadli Zon Dukung Bobby Nasution: Di Bawah Akhyar Medan Semakin Parah

Dari 20 yang tertangkap, dua orang di antaranya tewas tertembak bernama Muh Rizaldi dan Sanjai Ajiz, karena melawan saat akan ditangkap di wilayah Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Ada juga terduga teroris bernama Ical yang terkena luka tembakan hingga ia terpaksa dilarikan ke RS Bhayangkara, untuk mendapat pengobatan medis.

Sementara 17 lainnya bernama Zulfikar, Rosnina Zulfikar, Muh Syaiful, Nasrul alias Callu, Marsuki, Adi Arianto, Ainun Pretty, Ansar, Iwan, Hendra, Muh Fikri Oktaviadi, Aulia S, Ustaz Bustar, Hamzah, Ahmad Aulia, Rustam, dan Ali dibawa ke Polda Sulsel.

Baca Juga  Rizal Ramli: Sri Mulyani Sudah Jadi Politisi, Ketahuan Bohong Bisa Bohong Lagi

Arqam Azikin melanjutkan, masalah ini harus diusut tuntas agar tak ada benih-benih teroris yang tumbuh subur di tanah Bhineka Tunggal Ika ini.

“Teroris, narkoba, siber dan perkuat tatanan internal Polri. Wajah Kapolri ada di wajah Kapolsek, Kapolres dan Kapolda yang paham (situasi) di daerah masing-masing yang bisa selesaikan masalah lokal,” tutupnya.

Baca Juga: Ambroncius Resmi Jadi Tersangka Penghinaan Natalius Pigai, Ini Penjelasan Polri

Baca Juga  Kasus Abu Janda, Ketua MUI: Tes untuk Kapolri Baru

Sumber: fajar.co.id

  • Bagikan