Tuntutan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Tak Perlu Disikapi Berlebihan

  • Bagikan
Tuntutan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Tak Perlu Disikapi Berlebihan
Din Syamsuddin dan kawan-kawan yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) saat jumpa pers di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2020). (Foto/Raka Dwi/SINDOnews)

IDTODAY NEWS – Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyatakan, setiap warga negara pada dasarnya berhak menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Tak terkecuali sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

“Oleh karena itu tuntutan yang akan disampaikan KAMI tak perlu disikapi terlalu berlebihan,” kata Karyono saat dihubungi SINDOnews, Senin (17/8/2020).

Baca Juga  Tak Dapat Izin Deklarasi dari Pemprov Jambi, KAMI: Kalau Ada Aksi Penolakan ya Biarin Saja

Meskipun demikian, kata Karyono, sebaiknya maklumat atau tuntutan yang disampaikan realistis dan terukur. Jika melakukan kritik, sebaiknya kritiknya konstruktif, disertai data-data yang akurat dan solusi penyelesaian masalah. Ini lebih baik daripada sekadar menyalahkan dan mencari kesalahan.

“Banyak yang berharap, tuntutan yang akan disampaikan tokoh-tokoh KAMI sejalan dengan aspirasi rakyat dan sesuai dengan tujuan awal, yakni gerakan moral (moral force) untuk kemajuan bangsa tanpa dilandasi oleh kepentingan sempit, apalagi sekadar sinisme,” ujarnya.

Baca Juga  Balas Sindiran Henry Subiakto, Susi Pudjiastuti Cuma Bilang Begini

Lebih lanjut Karyono mengatakan, hal itu penting untuk menunjukkan gerakan KAMI benar-benar dilandasi semangat yang tulus dan murni untuk memperbaiki kondisi bangsa. Selain itu, kemurnian tujuan dan kualitas kritik atau tuntutan yang disampaikan akan menentukan penilaian, persepsi, respon dan tanggapan publik terhadap keberadaan KAMI itu sendiri.

“Oleh karenanya, hal ini akan menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap KAMI. Justru menurut saya, hal ini menjadi tolok ukur menentukan kredibilitas KAMI. Kredibilitas KAMI bukan hanya diukur dari seberapa banyak dan sehebat apa tokoh-tokoh yang tergabung,” pungkas dia.

Baca Juga  Teddy Gusnaidi: Habib Rizieq Akhirnya Menyerah, Datang ke Polda Metro karena Ketakutan

Diketahui, KAMI akan dideklarasikan pada Selasa, 18 Agustus 2020 di Lapangan Tugu Proklamasi, Jakarta pukul 10.00 WIB. Sejumlah tokoh akan hadir, antara lain mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Sumber: sindonews.com

  • Bagikan