Usai ‘Diancam’ Ketum Relawan Jokowi, Pengamat Ini Sebut Sikap Nasdem Berubah Haluan

  • Bagikan
Usai ‘Diancam’ Ketum Relawan Jokowi, Pengamat Ini Sebut Sikap Nasdem Berubah Haluan
Surya Paloh. (Foto: Instagram/Suryapaloh.id)

IDTODAY NEWS – Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran mengatakan, berubahnya sikap politik Nasdem lebih disebabkan kekhawatiran dicopotnya kader dari Kabinet Indonesia Maju.

Konsekuensi dari penolakan pada revisi UU Pemilu, kata Andi sejalan dengan kehendak politik Presiden Jokowi.

“Bisa jadi Nasdem berubah haluan karena pertimbangan menyelamatkan kadernya di kementerian,” kata Andi Yusran, Sabtu (6/2).

Dalam pandangan Doktor Politik Universitas Padjajaran ini, dihembuskannya wacana reshuffle kabinet jilid II oleh relawan Jokowi itu karena Presiden ingin menyingkirkan menteri yang partainya tidak sejalan dengan program presiden.

Baca Juga  Tepis Pernyataan Jokowi, Faisal Basri Ungkap Vaksin Covid-19 Tidak Gratis

“Dengan menyingkirkan menteri- menteri yang partainya tidak sejalan dengan Presiden Jokowi (misalnya dalam kasus revisi UU Pemilu),” tandas Andi.

Saat ini dalam Kabinet Indonesia Maju ada 3 kader Partai Nasdem yang mendapatkan jatah kursi menteri.

Mereka adalah Menteri Kehutanan dan lingkungan hidup Siti Nurbaya Bakar, Menkominfo Johnny G. Plate dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.Seperti diketahui, tiba-tiba Fraksi Partai Nasdem DPR RI berubah haluan menyatakan tidak melanjutkan Revisi UU 7/2017 tentang Pemilu.

Baca Juga  Wamenkes: Vaksinasi Secepat Mungkin

Artinya Partai yang dipimpin Surya Paloh mendukung pelaksanaan Pilkada serentak di 2024.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh beralasan, saat ini Indonesia masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19 dan berupaya memulihkan ekonomi.

“Cita-cita dan tugas Nasdem adalah sama dengan presiden, yakni untuk kemajuan dan masa depan bangsa yang lebih baik,” kata Surya Paloh, Jumat (5/2).

Dalam situasi pandemi Covid-19, Paloh memilih menjaga soliditas koalisi menghadapi pademi Covid-19.

Baca Juga  Waketum Sebut Gerindra Dukung Pembubaran FPI, Fadli Zon Membantah

Berita sebelumnya, Ketum Jokowi Mania (Joman) Emmanuel Ebenezer mengatakan akan melaporkan Mentan Yasin Limpo ke KPK. Dia juga meminta agar Mentan mundur dari jabatannya.

Menurutnya pelaporan tersebut terkait dengan dugaan korupsi pupuk di lingkaran Mentan.

“Pejabat yang korup di Kementan banyak bandit-bandit koruptor semua dan akan kita akan laporkan ke KPK,” tegasnya dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga  Pegawai KPK jadi ASN, Pengamat: Ambyar! Jokowi Luar Biasa! KPK tak Ditakuti Buat Berantas Korupsi

Karena itu, sebelum Mentan ditangkap KPK, pria akrab dipanggil Noel itu meminta terlibih dahulu memundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri.

Pasalnya, sampai detik ini persoalan pupuk belum selesai ditangani oleh Menteri berlatar belakang politisi partai Nasdem itu.

“Sebelum ditangkap KPK, sebelumnya kita meminta Mentan Yasin Limpo mengundurkan diri,” tegasnya lagi.

Apalagi, lanjut salah satu Direktur Utama (Dirut) perusahaan BUMN itu kabarnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mereshuffle beberapa menteri.

Baca Juga  Jokowi Minta Luhut Bisa Dongkrak Ekonomi Kuartal III Lewat Investasi

Karena ada sejumlah menteri yang dinilai kinerjanya belum maksimal tidak seusai dengan yang diharapkan Presiden.

“Presiden kan pengen pemerintahan terakhir ini pengen bekerja maksimal, tapi kita lihat ada Kementrian masih kinerjanya masih minim,” tuturnya.

Selain itu, Noel juga memprediksi bakal ada reshuffle jilid kedua. Kendati demikian, ia belum tau secara pasti kapan reshuffle itu akan dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga  Langkah Anies Baswedan Bikin Istana Panas: Sudahlah, Pak Jokowi!

Baca Juga: Gubernur Anies Masuk Daftar 21 Heroes 2021 karena Sukses Benahi Transportasi

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan