Ustadz Maaher Meninggal, Habib Luthfi: Perkuat Kecintaan Sesama Umat Islam

Ustadz Maaher Meninggal, Habib Luthfi: Perkuat Kecintaan Sesama Umat Islam
Ustaz Maaher At Thuwailibi. (Foto : Instagram)

IDTODAY NEWS – Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya, sudah memberi maaf Ustad Maaher At-Thuwailibi yang meninggal di Rutan Mabes Polri karena kasus ujaran kebencian pada Habib Luthfi.

Rais Aam Jam’iiyah Ahlith Thariqah An-Nahdliyah (JATMAN) yang berpusat di Pekalongan, Jawa Tengah ini pun telah memberi maaf pada ustad asal Medan itu.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, Ustadz Maaher pernah membikin geger media sosial saat berdebat dengan seorang oknum Banser di Twitter. Saat twittwar itu, Ustad Maaher sempat membuat status yang diduga menghina Habib Luthfi.

Walaupun pada mulanya Maaher berniat membela diri karena diserang atau dihina duluan oleh oknum Banser tersebut.

Wantimpres Jokowi, Habib Luthfi bin Yahya pun disebut telah memberi maaf bagi Ustadz Maaher.

Baca Juga: Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Binjai Terpilih Meninggal Dunia sebelum Dilantik

Dalam suatu pertemuan difasilitasi polisi, Habib Luthfi mengatakan memberikan maaf kepada siapa pun yang telah bersalah kepadanya.

Baca Juga  Periksa Senpi hingga HP Enam Laskar, Ini yang Ditemukan Komnas HAM

Wantimpres Jokowi ini juga mengingatkan masyarakat Indonesia dan khususnya umat Islam agar tidak main-main dengan media sosial.

“Jangan sampai media sosial menimbulkan kegaduhan dan fitnah,” katanya.

“Bila kita ingin Indonesia terus ditimpa bencana, ya begini karena ulah manusia,” jelasnya lagi.

“Karena itu, perkuat kecintaan sesama umat Islam, sesama warga bangsa untuk mewujudkan keutuhan NKRI,” tuturnya seperti yang dikutip dari ngopibareng.id.

Baca Juga: Habib Luthfi Sudah Beri Maaf Ustadz Maaher, Ini Pesan Pentingnya Soal Umat Islam

Seperti diketahui, Soni Ernata atau Ustad Maaher At Thuwailibi meninggal dunia di Rutan Mabes Polri, pada Senin malam (8/2). Hal ini pun dibenarkan oleh tim kuasa hukumnya, Djuju Purwantoro.

“Betul beliau meninggal sekitar jam 7 malam di Rutan Mabes Polri, sekitar jam 8 dibawa ke RS Polri. Saya saat ini menuju RS Pori Kramat Jati,” kata Djuju Purwantoro dikonfirmasi, Senin malam (8/2).

Djuju mengaku, pihaknya telah meminta pembantaran penahanan kepada Bareskrim Polri, tetapi tidak diindahkan.

Tim kuasa hukum tak memungkiri, pada pekan lalu pria yang menjadi tersangka ujaran kebencian ini sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun pengobatan yang diterima Ustadz Maaher tidak tuntas.

Baca Juga  Kuasa Hukum: Ustadz Maaher Meninggal di Tahanan Bareskrim

Baca Juga: Soal Buzzer, Ferdinand Hutahaean Tanggapi Sujiwo Tejo: Mengajari Jokowi untuk Otoriter

Sumber: fajar.co.id

Pos terkait