Wapres Tanggapi Aksi Perusakan Masjid Jamaah Ahmadiyah

  • Bagikan
Maruf Amin
Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (29/1). (Foto: Republika/Fauziah Mursid)

IDTODAY NEWS – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menanggapi aksi perusakan Masjid Miftahul Hida, masjid tempat peribadatan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Meskipun, ajaran Ahmadiyah telah ditetapkan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia, tetapi Wapres menyayangkan aksi perusakan yang bertentangan dengan hukum.

Wapres menegaskan penegakkan hukum harus dilakukan bagi pihak yang melakukan pelanggaran. “Pokoknya kalau ada unsur-unsur kriminalnya itu harus ditegakan hukum. Supaya tidak terjadi, siapapun yang melanggar hukum. Nah itu ditegakan hukumnya. Saya kira prinsip itu,” ujar Wapres saat konferensi pers secara virtual di SMK 19 Jakarta, Rabu (8/9).

Baca Juga  Ma'ruf Amin Minta Pesantren Cetak Banyak 'Gus Iwan', Apa Itu?

Namun demikian, Wapres juga menilai penegakkan hukum juga berlaku bagi semua pihak, tidak hanya pelaku perusakan tetapi juga pihak yang dirusak jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran. “Kalau nanti yang bersifat pelanggaran, perizinan tentu sifatnya penegakan hukum terhadap mereka yang melakukan pelanggaran. Baik si yang menyerang atau mungkin pelanggaran yang telah diserang,” ujar Wapres.

Wapres yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu menegaskan sudah ada ketentuan dan panduan terkait paham Ahmadiyah di Indonesia. Wapres menilai ketentuan itu seharusnya dipatuhi semua pihak.

Baca Juga  Beri Pekerjaan Untuk 15 Pengemis, Risma Itu Ketua BEM Atau Mensos?

“Sudah ada panduan-panduannya, aturan-aturannya sudah ada, tidak boleh ini, tidak boleh ini. Ahmadiyahnya juga tidak boleh ini, tidak boleh ini, (pihak) yang ini juga tidak boleh melakukan (sepihak), melaporkan boleh, kalau ada pelanggaran tapi tidak boleh melakukan penyerangan,” tegas Kiai Ma’ruf.

Ma’ruf Amin berharap ke depannya ketentuan ini bisa disepakati semua pihak untuk mencegah terjadinya kejadian serupa. Ia juga meminta agar pihak aparat keamanan terus mengantisipasi kejadian serupa terulang.

Baca Juga  Cerita Pemulung yang Diduga Ditemui Risma di Thamrin: Minta Dibelikan Kompresor

“Prinsipnya ditegakkan hukumnya pada siapa saja. Dengan demikian kita tidak akan memberikan kesempatan lagi terjadi ke depannya. Dan dari pihak aparat supaya juga selalu mengantisipasi kemungkinan itu lebih dini,” kata Wapres.

Aksi perusakan diduga dilakukan warga yang mengaku tergabung dalam gerakan Aliansi Umat Islam di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Sekretaris Pers dan Juru Bicara Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Yendra Budiana, mengatakan pembakaran dan pengrusakan Masjid dilakukan kurang lebih 130 orang yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Aliansi Umat Islam.

Baca Juga  Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Prof Baidhowi Wafat

Sumber: republika.co.id

  • Bagikan