Warga Solo Menjerit Terdampak PPKM Darurat: Pak Gibran Kami Butuh Makan

  • Bagikan
Warga Solo Menjerit Terdampak PPKM Darurat: Pak Gibran Kami Butuh Makan
ilustrasi viral warga Kota Sola curhat terdampak PPKM darurat. --Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka usai menjadi pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2021 di Balaikota Solo, Minggu (2/5/2021) [Suara.com/Ari Welianto]

IDTODAY NEWS – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) telah diterapkan kurang lebih dua pekan ini. Kebijakan ini rupanya banyak menghadirkan duka di tengah masyarakat.

Lantaran tak sedikit masyarakat yang ekonomi keluarganya terdampak kebijakan tersebut. Mulai dari kehilangan pekerjaan hingga para pedagang yang mengeluh sepinya pembeli.

Sehingga kebijakan PPKM Darurat dinilai menyengsarakan masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga Kota Solo yang curhat di akun instagram @visitsurakarta, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga  Tolak Dukung Gibran di Pilkada Solo, 2 Pengurus PAN Mundur

Diketahui akun ini membagikan tangkapan layar direct message (dm) yang memperlihatkan curhatan warga Kota Solo yang terdampak PPKM Darurat.

Warga Kota Solo yang tidak diketahui identitasnya ini mengeluhkan ekonomi keluarganya setiap hari semakin terkuras. Sedangkan beban pengeluarannya pun tak sedikit.

“Min meh curhat, selama PPKM warung prei. Bojoku penghasilane rodo berkurang (Min mau curhat, selama PPKM warung libur. Suami juga penghasilannya berkurang),” ujar keterangan tertulis dalam tangkapan layar tersebut.

Baca Juga  Dijahit Sendiri, Pemuda Papua Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 2 Km

Warga Solo ini juga sampai memohon kepada akun instagram tersebut untuk menyampaikannya keluh kesahnya kepada Wali Kota Surakarta, Gibran Rangkabuming Raka.

“Wayahe sekolah munggah SD. Tabungan wes entek. Mbok tulung omangne pak Gibran rakyate yo butuh mangan. (Anaknya mau sekolah SD, tabungannya udah habis. Minta tolong bilangin ke pak Gibran rakyat butuh makan),” jelasnya.

“Mungkin ora aku tok, liyane akeh sing koyo aq. Seminggu sek isoh mangan, seminggu berikute mbuh min. (Mungkin bukan aku saja, yang lainnya banyak seperti dirinya. Seminggu masih bisa makan, tapi seminggu berikutnya tidak tahu min),’” pungkas warga Solo tersebut.

Baca Juga  Demo UU Cipta Kerja, Polisi dan Demonstran di Ambon Salat Berjamaah di Halaman DPRD Maluku

Viral curhatan warga Kota Solo tersebut sontak banyak menuai perhatian dari warganet. Tak sedikit dari mereka yang juga mengaku mengeluhkan hal yang serupa di kolom komentar.

“Sama min, kami juga punya usah warjng makan sepi. Bahkan sudah tutup karena PPKM. Aku lagi hamil tua, butuh biaya persalinan, makan dll. Nek warung sepi dan tutup piye min,” ujar akun @cahya_n29.

Baca Juga  Presiden Jokowi Ajak Mahasiswa Jadi Sukarelawan Covid-19

“Sami mbak, kulo nggih usaha warung makan jadi sepi, angsuran jalan terus. Pripun niki solusine terutama angsuran bank sing mbonten saget disemayani,” ucap akun @sarrynande.

“Keluhan para pedagang yang berharap uang dari jualannya laku. Kalau nggak, gimana untuk bayar cicilan bank, apalagi untuk makan anak aja kurang,” sahut akun @sakdilah_nur.

“Ya Allah semoga suadara2ku setanah air yang sedang mengalami kesulitan diberi kesehatan, kesabaran, rezeki yang halal, berkah dan cukup aamin,” timpal akun @aryanti.widiastuti.

Baca Juga  Agar Bisa Makan Warga Nusa Penida Minta Singkong dan Sayur ke Tetangga

Sumber: suara.com

  • Bagikan