Datang Lagi, 145 TKA China Yang Disebut Ahli Konstruksi Masuki Kepulauan Riau

TKA China yang akan bekerja di PT BAI, April lalu. (Sumber: Kompas.com)

IDTODAY NEWS – Sebanyak 145 orang warga negara China memasuki Kepulauan Riau sebagai tenaga kerja asing, Sabtu (5/9/2020). Mereka akan bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).

Direktur Utama PT BAI, Santoni, mengakui masuknya 145 orang tenaga kerja dari China tersebut. Sehingga total tenaga kerja asing dari negeri China sebanyak 450 orang.

Menurut Santoni, ratusan para pekerja itu memang didatangkan dari China untuk kebutuhan pembangunan konstruksi PLTU dan smelter di perusahaannya. Para pekerja asing itu memiliki keahlian yang berbagai bidang untuk pembangunan PLTU dan smelter.

Sementara pembangunan PLTU di lokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau itu, ditargetkan selesai pada November 2020. Sedangkan pembangunan smelter pada Januari 2021 sudah beroperasi.

Santoni bersyukur kedatangan para pekerja asing itu tidak menimbulkan gejolak di masyarakat seperti sebelumnya.

Baca Juga  Sabotase di Rumah Pompa Dukuh Atas Dilakukan Malam Hari

Masyarakat, kata Santoni, telah memahami para pekerja asing itu hanya sementara bekerja di perusahaan yang berstatus sebagai perusahaan penanaman modal asing.

“Tanpa pekerja dari China tersebut, proses pembangunan terganggu,” ucap Santoni, Senin (7/9/2020), dikutip dari Kompas.com.

Santoni menegaskan pekerja lokal diprioritaskan untuk bekerja di-PT BAI. Saat ini sekitar 3 ribu pekerja dari Bintan dan daerah lainnya di Indonesia bekerja di perusahaan tersebut.

Komitmen untuk mengutamakan warga Bintan bekerja di-PT BAI juga dituangkan dalam nota kesepakatan dengan Bupati Bintan Apri Sujadi.

“Paling banyak warga Bintan yang bekerja di perusahaan kami,” ucap dia.

Santoni menegaskan perusahaan yang dipimpinnya tetap menaati ketentuan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan, termasuk mempekerjakan warga asing.

“Kami tidak mungkin main-main karena perusahaan ini menanamkan modal di Bintan sebesar Rp20 triliun. Jadi kami taati aturan agar seluruh kegiatan berjalan lancar,” kata Santoni.

Baca Juga  Setelah FIR Kepulauan Riau-Natuna Diambilalih Indonesia, ICAO: Bagaimana Dengan Singapura?

TKA China Hanya Bekerja 6 Bulan
Tenaga kerja asing asal China yang berjumlah 450 orang di PT BAI, disebutkan hanya pekerja sementara.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan Indra Hidayat membenarkan para pekerja asing tersebut merupakan pekerja sementara.

Durasi kerja mereka di PT BAI hanya enam bulan. Mereka merupakan para pekerja ahli konstruksi.

“Mereka dikontrak selama enam bulan untuk menyelesaikan proyek konstruksi di PT BAI. Setelah selesai, langsung pulang ke negaranya. Perusahaan itu menargetkan mulai beroperasi tahun 2021,” ungkap Indra Hidayat.

Indra sudah memastikan kelengkapan semua dokumen keimigrasian TKA China itu. Meliputi Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA), Kartu Izin Tinggal Terbatas/ Tetap (KITAS), termasuk bukti hasil tes usap Covid-19 dari negara asal.

Baca Juga  Ketua RT hingga Gubernur Anies Terancam 1 Tahun Bui Soal Resepsi Najwa Shihab

“Kami sudah terima hardcopy maupun softcopy dokumen keimigrasian mereka,” imbuh dia.

Setelah sampai di PT BAI, TKA China itu juga bakal dikarantina di wisma milik PT BAI selama 14 hari. Mereka akan diawasi secara ketat oleh Satuan Gugus Tugas Covid-19.

“Jika selama 14 tidak ada gejala Covid-19, mereka langsung bekerja. Kalau ada gejala, langsung swab,” tutur Indra.

TKA China tersebut masuk ke wilayah Pulau Bintan, Kepulauan Riau, melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjung Pinang menggunakan pesawat Qinqdao Airlines.

Selain itu terdapat 27 tenaga kerja lokal yang ikut pulang bersama dengan rombongan TKA China tersebut. Mereka sebelumnya telah mengikuti pelatihan kerja di China.

Sumber: kompastv

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan