Ustadz Felix Siauw Justru Do’akan Banser, Saudara Yang Suka Marah-marah itu Semoga Dilembutkan Hatinya

Ustadz Felix Siauw
Ustadz Felix Siauw

IDTODAY NEWS – Ustadz Felix Siauw selama ini kerap dipersekusi oleh Banser Ansor. Sudah menjadi langganan Ustadz Felix Siauw kajiannya dibubarkan oleh Banser Ansor, namun meski begitu, Ustadz Felix Siauw justru mendoakan Banser dan menganggap mereka masih saudara seakidah Islam.

Felix Siaw menuliskan terkait insiden ratusan anggota Banser geruduk madrasah yang dikelola Yayasan Al Hamidy Al Islamiyah di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Pasuruan Jawa Timur, Kamis (20/8/2020).

Bacaan Lainnya

Ormas tersebut mengepung lembaga pendidikan TK, MI dan MTs itu, lantaran disinyalir menjadi sarang pengkaderan organisasi terlarang, Hizbut Tharir Indonesia (HTI).

Lewat unggahan Instagramnya, Ustadz Felix mengangkat tajuk ‘Persekusi Lagi’, dan tidak menuliskan khusus terkait kejadian tersebut. Dia meminta umat Islam berpikir sejenak dan lupakan tentang HTI, IM, FPI, Wahabi, Persis, Hidayatullah, NU, atau Muhammadiyyah.

“Kita adalah Muslim sebelum semuanya itu. 5 rukun Islam, 6 rukun iman. Kiblat salatnya ke Ka’bah, mengakui 4 madzhab fiqih, aqidah ahlusunnah wal jama’ah. Atau andaipun kita mengabaikan agama, bukankah kita tetap manusia? Menyukai keindahan dan membenci keburukan, menyukai adab dan akhlak yang mulia, terganggu dengan kekerasan, kekasaran, dan kebencian,” tulisnya, Sabtu (22/8/2020).

Baca Juga  Macron Hina Islam, GP Ansor Minta Jokowi Bersikap, Jangan Butuh Umat Islam saat Kampanye saja

Dia mempertanyakan apakah pantas kelakuan membentak-bentak, menuduh, memaksakan pendapat, mempersekusi, mengancam, sewenang-wenang, jumawa dan merasa hebat.

“Terlebih lagi dari sudut pandang agama, apakah boleh memperlakukan saudaranya Muslim dengan tidak pantas? Inilah wajah ormas tertentu, yang memimpikan persatuan dengan menuduh-nuduh selain mereka, membakar yang tak sepakat, mempersekusi yang berbeda, memperjuangkan kedamaian dengan keras hati dan berbuat kekerasan. Setelah melakukan semuanya, merasa dihina, dibully, direndahkan. Mau dihargai tapi anti-menghargai,” jelasnya.

Pos terkait