Waduh! Anak Orient Bupati Terpilih NTT Asal AS Yang Bernama Franklin Ternyata Sniper US Army

Orient Patriot Riwu Kore
Orient Patriot Riwu Kore (kiri) Foto: viva.co.id

IDTODAY NEWS – Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Orient Patriot Riwu Kore lagi ramai diperbincangkan setelah terungkap masih berstatus warga negara Amerika Serikat. Ternyata, Ama Ori sapaan Orient Riwu Kore, punya anak yang menjadi tentara Amerika (US-Army).

Dilansir dari pegiatliterasi.com, Ama Ori lahir di Kupang, Nunbaun Sabtu pada 7 Oktober 1965. Orang tua Ama Ori bernama Agustinus Davis Riwu Kore dan Ema Mariance Koroh Dimu. Sedangkan, Ama Ori merupakan anak keempat dari delapan bersaudara.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Jakarta Kota Terbaik STA 2021, Fadli Zon: Istana Mau ‘Oposisi’ DKI?

Pada 1996, Ama Ori menikahi Trini Martinez, ketika pergi mengikuti pendidikan S2 di Amerika. Trini lahir dan dibesarkan di Los Angeles, USA. Dari perkawinannya dengan Trini, Ama Ori dikaruniai dua anak yakni satu laki-laki, dan satu perempuan.

Putra pertama Franklin Riwu Kore, dan putri keduanya Jessica Riwu Kore. Saat ini, Franklin lagi menata karir sebagai sniper Tentara Amerika. Franklin sekarang ada di Afghanistan setelah bertugas sembilan bulan di Raqqa, Suriah. Sedangkan, Jessica lagi kuliah di South Western College, San Diego USA, program perawat.

Baca Juga  Risma Dilaporkan ke Bawaslu oleh Tim Machfud Arifin-Mujiaman karena Gambarnya Ada di Baliho Eri Cahyadi-Armuji

Dari riwayat pendidikan, Ama Ori terbilang orang yang haus ilmu. Ia menyelesaikan program Doktor of Philosophy (Ph.D) di Dallas Theology Seminary di Texas (2004), Ph.D Accouting & Finance diselesaikan di Argosy University of San Diego (2010), dan Doktor of Business Administration (DBA) di selesaikan di North Central University, Presscott, Arizona, USA (2016).

Sebelumnya, Ama Ori mengikuti pendidikan dasar di SD Inpress Nunbaun Sabu, Kupang pada 1971-1977. Setelah lulus, ia lanjut ke SMP Negeri 1 Kupang tahun 1977-1980 dan SMEA Negeri Kupang pada 1980-1983.

Baca Juga  Beberapa Kebijakan Lawan Corona di Berlin-Rotterdam yang Sama dengan DKI Jakarta

Setelah itu, Orient Riwu menyelesaikan pendidikan Sarjana Administrasi Niaga di Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang pada 1983-1987. Kemudian, ia lanjut pendidikan Master of Arts (MA) in Religius Studies diselesaikan di University of California (UCLA) Los Angeles (1996).

Selain itu, Master of Business Administration (MBA) di selesaikan di University of Southern California (USC) tahun (1999), dan Master of Theology (Th.M), di selesaikan di California Center of Theological Studies USA (2001).

Baca Juga  Pertama dalam Sejarah RI, Pengibaran Merah Putih Bakal Diinisiasi Waria

Di samping itu, Ama Ori juga aktif dalam berorganisasi sejak menjadi mahasiswa di Undana Kupang tahun 1983, yakni anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Anggota Resimen Mahasiswa (MENWA)-Undana.

Ketika pindah ke Ibu Kota Jakarta, ia sempat menjadi anggota kader Partai Golongan Karya (Golkar). Karena, Perusahaan Garuda Indonesia Group, merupakan BUMN, sehingga semua pegawai saat itu wajib atau harus menjadi anggota Golkar.

Baca Juga  Miris! Setengah Juta Rumah Tangga di Indonesia Masih Hidup Tanpa Listrik

Saat tinggal di Los Angeles 1993, active dalam kegiatan Gereja sebagai Help Ministry.

Pada 2007-2012, Ama Ori sempat active sebagai Master Masons, dalam Secret Organisasi Freemasons (America Secret Society).

Pada 2000-2015, ia aktif sebagai Associate Pastor di Gereja Hollywood Christian Center- Hollywood. Tahun 2000, ia membentuk gereja bernama Oriens Christian Center (OCC) di Los Angeles dan berkembang ke San Diego.

Baca Juga  3 Tahun Kepemimpinan Anies, Nasdem Sorot 4 Janji Kampanye Belum Terealisasi

Saat itu, Ama Ori mengajar dan berkhotbah sebagai pendeta sampai 2016.

Pada 1984, Ama Ori mulai bekerja sebagai manajer keuangan di Yayasan Ie Rai, Kupang. Tahun 1986, ia ditugaskan ke Sabu sebagai manajer operasional di Yayasan Ie- Rai Sabu, Seba.

Pada 1989, Ama Ori pergi ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan pajak di Universitas Indonesia (UI). Setelah selesai, Ama Ori bekerja sebagai Tax Controller pada Garuda Indonesia Group di Jakarta.

Baca Juga  Dandim Jakpus Sempat Ditolak Masuk Gang Habib Rizieq, Ini Respons Kodam Jaya

Pos terkait