Ali Ngabalin Bantah Soal Logo HUT RI ke 75 yang Dibilang Mirip Salib

  • Bagikan
Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin/Net

IDTODAY NEWS – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, warganet dihebohkan dengan kabar gambar yang mirip salib yang terdapat di Logo HUT RI ke 75. Sehingga ada ormas yang sampai meminta spanduk di simbol HUT RI ke 75 itu diturunkan dari Baliho.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin memberikan maklumat terkait beredarnya Logo HUT RI tahun 2020 yang dinilai mirip simbol salib.

Baca Juga  Geram ke Rizal Ramli soal Jokowi, Ngabalin: Tunggu Waktunya karena sudah Bau Tanah

Lewat sebuah unggahan video di akun Twitternya @AliNgabalin1, Minggu (16/8), dia mengklarifikasi, bahwa logo HUT RI ke-75 itu adalah desain asli dan sebuah karya seni, bukan salib.

“Logo ini murni dan asli, bukan salib. Ini adalah sebuah karya seni yang dibuat dan dilakukan oleh teman-teman, anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan karya seni yang luar biasa,” ucap Ngabalin dalam video tersebut, seperti dilansir dari jpnn.

Baca Juga  Ngabalin Harap Polri Tangkap Refly Harun dan Ustadz Waloni

Ngabalin berpesan, agar logo itu harus dilihat dari sisi keindahannya, dari kebersamaan yang dibangun. Kemudian jauhkan dari pikiran-pikiran penuh dengan kecurigaan, kebencian.

Menurut Ngabalin, apa yang dibangun melalui logo itu adalah spirit untuk mendorong komitmen dari nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai luhur kebersamaan, semangat kebhinekaan dan persatuan di usia NKRI ke 75 tahun.

“Jadi semua diksi dan narasi yang menyesatkan umat dan rakyat itu tidak boleh lagi beredar di mana-mana. Saya perlu melakukan klarifikasi ini, supaya tidak boleh lagi ada yang memberikan satu nilai tersendiri atau pengertian bahwa logo ini berbentuk salib,” tegasnya.

Baca Juga  Sindir Ngabalin, Rocky Gerung: Tidak Cukup Otaknya, tapi Mau Komentari Semua Masalah Berat

Dia pun memberi maklumat, agar saudara-saudara Muslim jangan mengganggu suasana bathin dari saudara-saudara dari umat Nasrani. Sebab, di Indonesia ada beragam agama yang dianut masyarakat.

  • Bagikan