Anies Punya Pengumuman Penting untuk Warga DKI, Ini Berdasarkan Riset Ilmiah

  • Bagikan
Anies Punya Pengumuman Penting untuk Warga DKI, Ini Berdasarkan Riset Ilmiah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menggelar rapat evaluasi PPKM Darurat. (pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Warga DKI Jakarta bisa jadi harus menyiapkan kartu vaksin Covid-19 dalam setiap aktivitasnya.

Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka peluang penerapan kartu vaksin agar bisa berkegiatan di Ibukota.

Sehingga melalui gerakan Gerakan Vaksinasi Merdeka akan memasifkan upaya vaksinasi bagi masyarakat Jakarta.

Kami di Jakarta nanti akan melakukan pembukaan kegiatan dengan mensyaratkan harus mengikuti vaksinasi terlebih dahulu,” ungkapnya, Minggu (1/8/2021).

Baca Juga  HUT PDIP, Jokowi Promosikan 426 Juta Vaksin Covid-19

Anies menyatakan, Gerakan Vaksinasi Merdeka di Jakarta akan diselenggarakan di 668 titik gerai vaksinasi yang tersebar di 900 RW.

Ini dilakukan agar masyarakat Jakarta bisa dengan mudah mendapatkan program vaksinasi.

“Anda bisa datang dengan mudah. Sehingga teman-teman warga Jakarta bisa mendapatkan vaksinasi dengan mudah,” kata Anies.

Anies menekankan, vaksin memang tidak akan menjamin seseorang tidak terpapar Covid-19.

Baca Juga  Jadi Korban Salah Tangkap saat Demo, Dosen UMI Makassar Dipukul dan Diseret Polisi

Akan tetapi, menjadi salah satu cara mencegah dan mengurangi risiko terpapar Covid-19.

Karena itu, vaksinasi Covid-19 harus dilakukan bagi masyarakat.

“Vaksin mencegah terjadinya gejala berat apabila tertular, vaksin mengurangi risiko kalau sampai terpapar,” tegasnya.

Berdasarkan Riset Ilmiah

Anies menjelaskan, vaksin juga mengurangi risiko gejala berat jika setiap orang terpapar.

Maka dari itu, jika dilihat dari yang sudah divaksin, case fatality rate atau tingkat kematian kasusnya menurun sampai kurang dari sepertiga dibandingkan mereka yang belum vaksin.

Baca Juga  Beri Sanksi Tegas ke Holywings, Anies: Enggak Boleh Beroperasi Sampai Pandemi Selesai, Titik!

“Artinya, mereka yang sudah divaksin risikonya terbukti di lapangan jauh lebih kecil, daripada mereka yang belum divaksin,” papar dia.

Anies menjelaskan, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan riset ilmiah di bidang medis dan didukung dengan fakta lapangan.

Di Jakarta, vaksinasi terbukti mampu menurunkan risiko keparahan dan risiko kematian akibat Covid-19.

Dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, hanya 2,3 persen yang tetap terinfeksi.

Baca Juga  Ratusan TKA China Tiba di Bandara Soekarno Hatta Pakai Baju Hazmat

“Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini, dari 2,3 persen itu, mereka tidak bergejala atau bergejala ringan,” beber Anies.

“Sementara, dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin tersebut, hanya 0,013 persen yang meninggal sesudah terpapar Covid-19, atau sekitar 13 kasus per 100 ribu penduduk,” tandasnya.

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan