Doni Monardo, Menteri PUPR dan Menko PMK Tinjau Tanggul Jebol Citarum

Doni Monardo, Menteri PUPR dan Menko PMK Tinjau Tanggul Jebol Citarum
Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menko PMK Muhadjir Effendi meninjau tanggul jebol Sungai Citarum (Foto: BNPB)

IDTODAY NEWS – Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Citarum dan sejumlah titik terdampak banjir lainnya di wilayah Jawa Barat, pada Senin (22/2/2021) pukul 08.00 WIB. Peninjauan dilakukan melalui udara menggunakan helikopter.

Muhadjir mengatakan, pihaknya melihat langsung banjir di beberapa wilayah terutama wilayah Karawang, Bekasi. “Dari pandangan itu, saya kira akan usahakan mendapatkan beberapa kesimpulan yang bisa dijadikan dasar untuk membuat kebijakan yang lebih utuh dan komprehensif,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari untuk para pengungsi dan mereka yang terkepung banjir, pihaknya memastikan akan segera disalurkan oleh BNPB.

Sementara Basuki menuturkan, dari hari peninjauan terlihat ada beberapa tanggul yang jebol, artinya bukan hanya tanggul sungai, tapi juga tanggul irigasi karena merupakan hilir Bendungan Jatiluhur.

“Kami sedang bergerak peralatan dari balai besar Citarum untuk segera mengatasi dan menutup,” tuturnya.

Baca Juga  Minta TNI Serius soal OPM, Hidayat Nur Wahid: Baliho dan HRS Malah Represif

Baca Juga: Jakarta Banjir, Anies Baswedan Dicaci Maki, Tengku Zulkarnain: Mereka Siapa Sebenarnya?

Ditambahkan Doni Monardo, bahwa BNPB akan mengkoordinasikan terutama untuk memberikan bantuan masyarakat terdampak. Adapun yang menjari prioritas logistik siap saji, evakuasi bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan, ibu hamil.

“Mohon kiranya masyarakat yang memerlukan bantuan untuk segera mencari helipad agar bisa segera dievakuasi,” imbuhnya.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, pada Minggu 21 Februari, pukul 01.00 WIB, terjadi curah hujan yang tinggi dan jebolnya tanggul sungai Citarum menyebabkan banjir di 4 desa di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Kerawang Provinsi Jawa Barat.

Dikatakan Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah, peninjauan dilakukan selama satu jam. “Kami terbang sekitar 1 jam,” katanya seusai melakukan peninjauan udara di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga: Sore Ini, Tim Hukum Din Syamsuddin Cari Tuduhan GAR ITB Ke KASN

Sumber: okezone.com

Pos terkait