Dr. Ahmad Yani: Kami betul Sakit Hati, Sakit Hati KAMI Melihat Rakyat Enggak Diurus

  • Bagikan
Dr. Ahmad Yani
Tangkapan layar dari siaran langsung deklarasi pendirianKoalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia(KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8/2020). Ketua Komite Eksekutif KAMIAhmad Yani, tampak membacakan sejumlah poin dari KAMI - Bisnis.com/Aprianus Doni Tolok

IDTODAY NEWS – Ketua Komite Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI, Ahmad Yani membantah bahwa para insiator dan deklarator KAMI adalah barisan sakit hati. Sebab, banyak juga dosen, guru besar hingga anggota Dewan Perwakilan Daerah yang ikut tergabung di dalam aksi ini.

“Salah (anggapan barisan sakit hati). Ada anggota DPD yang masih aktif, dosen aktif, guru besar, pengusaha. Tapi memang ada aktivis, purnawirawan, dan mantan pejabat tapi itu sedikit sekali,” kata Ahmad Yani di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2020.

Baca Juga  Ribuan Peserta Deklarasi KAMI Cuci Tangan Dan Dicek Suhu Tubuh Sebelum Masuk Tugu Proklamasi

Ia juga membantah anggapan bahwa gerakan ini adalah bentuk dari upaya kudeta Pemerintahan. Menurutnya, tudingan tersebut hanya berasal dari buzzer atau pendengung.

“Bagian dari buzzer, KAMI dianggap kelompok barisan sakit hati, ingin kudeta, sakit jiwa,” katanya.

Kendati begitu, dia menyebut para deklarator memang merasa sakit hati. Namun, kata dia, sakit hati yang dimaksud ialah sakit hati melihat kondisi rakyat Indonesia yang tidak diurus oleh pemerintah Indonesia.

Baca Juga  Kenang Sosok Rachmawati, SBY: Beliau Temui Saya Saat Demokrat Hadapi Ujian Sejarah
  • Bagikan