Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo/merdeka.com

Dulu 4 Prajurit TNI Ditembak, Jenderal Gatot Marah Langsung Pulang dari Australia

IDTODAY NEWS – Empat prajurit TNI AD gugur ditembaki 50 kelompok separatis KKB yang menyerang prajurit TNI saat tidur istirahat di Posramil Kisor, Papua Barat, Kamis dini hari 2 September 2021. Sebagai respons prajurit TNI ditembak tersebut, Pangdam XVIII/Kausari, Mayjend I NYoman Cantiasa langsung mengirimkan satuan pasukan menurunkan Satuan Yonif Raider 762/VYS dan Kodim 1809/Maybrat untuk hancurkan kelompok penyerang prajurit TNI tersebut.

Baca Juga  Jenderal Gatot Nurmantyo Menyampaikan Pernyataan Mengejutkan

Nah 7 tahun lalu, KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo marah betul saat 4 prajurit TNI ditembak oleh pasukan Brimob di Batam. Gegera itu, Gatot langsung terbang dari Australia begitu tahu prajuritnya ditembaki aparat.

4 prajurit TNI ditembak Brimob

Jadi hampir 7 tahun lalu, 4 prajurit TNI Batalyon Infanteri 134.Tuah Sakti ditembak oleh oknum Brimob Kepulauan Riau pada Minggu malam 21 September 2014.

Menerima telepon kabar prajuritnya ditembak Brimob, Jenderal Gatot marah betul. Dia yang sedang berada di luar negeri dalam tugas, langsung putuskan saat itu pulang ke Tanah Air. Gatot ingin tahu dan mengecek prajuritnya yang ditembak.

Baca Juga  Setelah Prajurit TNI, Kini Oknum Jenderal Polisi Diduga Terlibat LGBT, Ini Kata Mabes Polri

“Pada saat sata dapat berita penembakan, Presiden sedang di luar negeri, Panglima TNI di Thailand, maka saya ambil keputusan cepat kembali. Saya sampaikan mohon maaf kepda kepala tentara Australia soal ini harusnya saya presentasi. Saya hampir tak dapat pesawat,” kata dia dikutip dari Youtube TNI AD.

Terbang dari Brisbane Australia, pesawat yang ditumpangi Jenderal Gatot mendarat di Singapura. Gatot langsung masuk ke Batam menggunakan kapal ferry.

Baca Juga  Dukung Buruh Gagalkan Omnibus Law, Jenderal Gatot Nurmantyo Sampaikan 6 Maklumat

“Saya kemudian melanjutkan perjalanan ke Batam menggunakan ferry terakhir. Sampai di Batam saya langsung melihat prajurit yang terkena tembakan di Rumah Sakit,” kata Gatot.

Gatot tiba di Batam pada pada Senin malam 22 September 2014, Gatot menanyakan insiden penembakan kepada Danyon 134 dan Dandim setempat. Setelah mengetahui kejadian itu, selanjutnya Jenderal Gatot menjenguk 4 prajuritnya Selasa dini hari di RSUD Embung Fatimah.

Baca Juga  Bikin Haru, Habib Novel Solo Jalan Kaki 8 Km Jemput Habib Rizieq di Bandara

Jenderal Gatot Marah

Selanjutnya pada Selasa pagi 23 September 2014, Gatot menemui prajurit Yonif 134 untuk memberi motivasi kepada para prajurit. Kepada para wartawan, Jenderal Gatot kala itu ngaku marah awalnya.

“Saya tadinya marah, sebagai seorangayah dan pemimpin KSAD tadinya saya marah, tapi saya malu kepada mereka mereka prajurit yang bisa beri contoh kepada saya untuk profesional,” kata Gatot.

Baca Juga  Diperiksa Polisi, Haikal Hassan Ditanya Bukti Mimpi Bertemu Rasulullah

Padahal Gatot mengatakan Danyonif 134 mengatakan kepada Gatot, kalau mau hancurkan Brimob, pasukan Yonif 134 bisa saja dalam waktu singkat. Tapi Danyonif sadar panglima tertinggi mereka adalah hukum.

“Mereka (Danyon) katakan, kalau saya akan hancurkan Brimob tidak kurang dari 10 menit, tapi mereka sadar, panglima tertinggi mereka adalah hukum,” kata Gatot menceritakan.

Sumber: hops.id

Tinggalkan Balasan