Ilustrasi Indomaret
Ilustrasi Indomaret,(Foto: banten.co)

Era ‘New Normal’, Indomaret Pasarkan Produk UMKM Serang

IDTODAY NEWS – PT Indomarco Prismatama atau yang dikenal dengan Indomaret mulai memasarkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kabupaten Serang, menyusul telah dilakukannya kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Pemasaran diawali dengan ‘launching’ produk UMKM Kabupaten Serang di Indomaret Petir yang dihadiri oleh Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid, Asda II Adjat Gunawan, Asda II Ida Nuraida serta para pelaku UMKM pada Selasa (11/8/2020).

Baca Juga  Halte Rusak Rampung Diperbaiki, Gubernur Anies Ajak Masyarakat Hargai Jerih Payah Dengan Jaga Jakarta

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, Abdul Wahid menilai saat ini pemerintah harus dapat membantu para pelaku UMKM, karena produk UMKM yang dapat masuk Indomaret harus memiliki beberapa persyaratan.

Kita ini perlu membantu mereka, karena salah satu syarat untuk masuk Indomaret harus ada pangan industri rumah tangga (PIRT), halal dan sebagainya. Itu mereka membutuhkan dana untuk mengurus itu, dan mudah-mudahan kita bisa menambahkan dana program untuk membantu para pelaku UMKM, sehingga produk-produk mereka bisa masuk dengan persyaratan yang dikehendaki oleh indomaret,” ucap Abdul Wahid, Rabu, (12/8/2020).

Baca Juga  Sebut Prediksi Sri Mulyani Banyak Meleset, Rizal Ramli: Kalau Ngibul Jangan Keterlaluan

Ia menuturkan, saat ini baru sekitar 17 produk dari 12 UMKM yang telah masuk supermarket Indomaret, padahal saat itu ia mengatakan terdapat sekitar 150 produk yang dilatih oleh Indomaret setelah melakukan MoU.

Akan tetapi, kata dia, setelah dilakukan penyortiran oleh Indomaret hanya 17 produk yang lulus persyaratan.

“Kita itu mempersiapkan setelah dilatih oleh indomaret setelah MoU, kita sampaikan itu sekitar 150 akan tetapi setelah disortir oleh Indomaret ternyata terdapat beberapa yang tidak masuk. Karena itu salah satunya persyaratan PIRT belum ada, izin usaha belum ada, kemudian ‘expired’ dan halalnya belum ada dan itu setelah diteliti kita sisihkan dulu,” katanya.

Baca Juga  Agar Mudah Dikenali, Polda Kalteng Bagikan 30 Rompi ke Jurnalis

Menurutnya, kualitas cita rasa dari beberapa produk UMKM tersebut tidak jauh berbeda dan dirasa dapat bersaing, akan tetapi persyaratan menjadi modal utama yang harus dilengkapi

“Salah satu untuk meringankan mereka itu dibantunya permodalan di Diskoperindag itu memberikan program kerja, kita lebih mudah untuk membantu mereka melengkapi persyaratan yang dihendaki baik Indomaret atau supermarket yang lain,” papar, seperti dilansir dari Kedai Pena.

Baca Juga  Wapres Sebut Perkembangan Industri Halal Harus Seiring Kebijakan Pro-UMKM

Selain itu, ia pun mengharapkan kepada pihak Indomaret dapat mengakomodir dan memberikan kesempatan dengan syarat yang telah dipenuhi oleh produk-produk UMKM tersebut.

“Kita mengharapkan kepada pihak Indomaret, bagi produk UMKM yang sudah masuk agar diakomodir dan diberi kesempatan dengan syarat yang sudah terpenuhi. Jadi kita (Diskoperindag) juga punya program halal, maka pelaku UMKM pasti kita bantu,” tandasnya.

Baca Juga  Diduga Bagi-bagi Uang untuk Pilih Bobby, 2 Wanita di Medan Diamankan Warga

Sumber: banten.co

Tinggalkan Balasan