Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo di Surabaya, 12 April 2019
Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo di Surabaya, 12 April 2019/VIVA

Gatot-Sandi Memang Menarik, Syaratnya ‘Singkirkan’ Prabowo Subianto Dulu

IDTODAY NEWS – Sampai saat ini, setidaknya sudah ada empat nama yang digadang-gadang bisa menjadi pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024 mendatang.

Pertama, pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani. Kedua, pasangan Anies Baswedan-AHY.

Akan tetapi, selain dua pasangan tersebut, ada satu pasangan lagi yang cukup menarik. Yakni pasangan Gatot Nurmantyo-Sandiaga Uno

Demikian disampaikan analis politik yang juga Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra kepada RMOL, Kamis (20/8/2020).

Baca Juga  Dandhy Laksono: Minta Maaf Tanpa Ubah Kebijakan, Mundur, Dan Dihukum Itu Namanya Propaganda

“Hal menarik yang dicermati apabila yang muncul adalah pasangan Gatot Nurmantyo-Sandiaga Uno. Ini kombinasi yang sangat pas sekali,” ujar Iwel Sastra.

Menurutnya, sebagai mantan panglima TNI, Gatot memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

Sedangkan Sandiaga Uno, dinilai sangat kuat di bidang ekonomi.

Namun, lanjut Iwel Sastra, peta pilpres mendatang masih kabut.

Sayangnya, jika benar keduanya disatukan, pasangan Gatot-Sandi memiliki kelemahan.

Baca Juga  Bungkam Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Prabowo Ingin Buktikan Gerindra Anti Korupsi

Gatot, kata Iwel, lemah lantaran bukan kader partai politik.

“Sehingga perlu kerja keras dan strategi khusus untuk bisa mendapatkan dukungan partai politik,” jelasnya.

Sementara Sandiaga Uno, meski sebagai kader Partai Gerindra, dia diyakini sulit untuk mendapat dukungan.

Pasalnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kelihatannya masih melaju di pilpres mendatang.

“Ini kelemahan Gatot-Sandi,” ungkapnya.

Sebelumnya, pengamat politik Ari Junaedi meragukan Gatot bakal bisa melenggang mudah menjadi salah satu kandidat capres di Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga  Deklarator KAMI: Gawat, Penganggur Sarjana Lebih Tinggi Daripada Lulusan SD Dan SMP

“Karena masing-masing parpol sepertinya punya jagoannya masing-masing,” ulasnya, Selasa (18/8).

Dosen di Universitas Indonesia (UI) ini lantas mencotohkan apa yang dilakukan Partai Demokrat saat ini.

Tinggalkan Balasan