Imam Masjid yang Dibacok Parang Saat Salat Magrib Meninggal di Rumah Sakit

  • Bagikan
Imam Masjid yang Dibacok Parang Saat Salat Magrib Meninggal di Rumah Sakit
Upaya penusukan terhadap imam masjid di Pekanbaru, Riau. (Foto: Instagram/@pkucity)

IDTODAY NEWS – Imam masjid Muhammad Arif yang dibacok parang oleh salah seorang jamaah meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 4.30 WIB, Senin (14/9/2020)

“Iya, Innalillahi. Beliau sudah meninggal tadi pagi, benar itu,” ujar Lurah Tanjung Rancing, Mat Hasan saat dihubungi Suara.com

Muhammad Arif menjadi korban penganiayaan oleh pelaku berinisial M saat salat magrib berjemaah, Jumat lalu.

Baca Juga  Benarkah Menag Yaqut Diusir saat Hadir ke Riau? Ini Faktanya...

Akibat penganiayaan yang dilakukan dengan menggunakan parang tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah, dan lengan kanan.

Oleh warga dan pihak keluarga, korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Kayuagung. Kemudian dirujuk ke RSUP Muhammad Husein Palembang.

Rencananya, imam masjid Arif akan dimakamkan di Desa Tanjung Laut. Yang merupakan tanah kelahirannya.

“Dimakamkan di Desa Tanjung Laut, masih di OKI ini. Itu asal keluarganya,” ucap Hasan.

Baca Juga  Dikawal Polisi, Konvoi Moge di Bogor Lolos Tak Diperiksa Ganjil Genap

Hasan mengaku belum mengetahui banyak perkembangan kondisi korban, sehingga meninggal dunia.

Penyebab awalnya, pelaku M yang menyimpan dendam kepada korban bertemu di masjid Kelurahan Tanjung Rancing, untuk salat berjemaah.

Ketika rakaat pertama, tiba-tiba pelaku melihat korban yang berada di belakang imam.

Ketika itu, pelaku kembali ke rumah guna mengambil parang. Kemudian kembali menyerang korban ketika salat.

Kejadian ini pun sontak membuat jemaah terkejut dan pelaku M berhasil diamankan oleh seorang TNI yang juga berada di lokasi kejadian.

Baca Juga  Prancis Inspeksi 76 Masjid Di Seluruh Negeri, Beberapa Akan Ditutup

Pelaku M akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Di hadapan penyidik Polres OKI, pelaku mengaku menaruh dendam kepada sang imam karena tersinggung saat ditanya kunci kotak amal masjid.

Pihak polisi menjerat pelaku dengan pasal 351 KUHP mengenai penganiayaan.

Sumber: suara.com

  • Bagikan