Istana Benarkan Telah Terima Surat dari AHY, Diantar Langsung Sekjen Partai Demokrat

Istana Benarkan Telah Terima Surat dari AHY, Diantar Langsung Sekjen Partai Demokrat
Menteri Sekretaris Negara, Pratikno sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.(Foto: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

IDTODAY NEWS – Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, pihak Istana sudah menerima surat dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY).

Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Negara, Kamis (4/2/2021).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Diserang Moeldoko, AHY Disarankan Gandeng Gatot Nurmantyo, Pengamat: Jenderal Lawan Jenderal

“Iya benar, kami sudah menerima surat dari Pak AHY yang ditujukan ke Pak Presiden,” ujar Pratikno.

Dia menyebutkan, surat itu diantar langsung oleh Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya kepada pihaknya.

Meski demikian, Pratikno menegaskan, Istana tidak perlu menjawab surat itu.

“Kami rasa kami tidak perlu menjawab surat itu. Sebab, itu adalah perihal dinamika internal partai,” tuturnya.

Baca Juga  Demokrat Tabuh Genderang Perang Lawan Buzzer, Denny Siregar: Perang Itu Lawan Kemiskinan Baru Gagah

“Perihal rumah tanggal internal Partai Demokrat,” tambah Pratikno.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) mengatakan telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo.

Penyebabnya, AHY menyebut ada sebuah gerakan yang mengarah pada upaya mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan AHY dalam konferensi pers melalui akun YouTube Agus Yudhoyono pada Senin (1/2/2021), usai mengadakan rapat pimpinan bersama jajaran Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat.

Baca Juga  Kata Gus Jazil, UU ITE Sekarang Seperti Aturan Gebyah Uyah

“Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya, yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat,” kata AHY, Senin.

AHY menegaskan, pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam permasalahan tersebut.

“Karena itu, tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini,” ujar AHY.

Baca Juga  Soal Nasib Jhoni Allen Marbun, Demokrat: Loyalis AHY Minta Pengkhinat Partai Segera Dipecat

AHY menuturkan, upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat itu ia ketahui setelah menerima laporan dari para kader Partai Demokrat di tingkat pusat, daerah, dan cabang.

Setelah pernyataan AHY, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjawab teka-teki siapa sosok yang disebut dalam konferensi pers Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Senin (1/2/2021) siang.

Pada Senin malam, Herzaky akhirnya angkat bicara terkait nama dari sosok tersebut. Nama yang dimaksud ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat adalah Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Baca Juga  AHY Potensi Mendunia, Natalius Pigai: Saya Minta Rakyat Sabang Hingga Merauke Jaga Aset Terbaik Ini

“Berdasarkan pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat yang kami dapatkan, mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Senin malam.

Baca Juga: Istana Tak Akan Jawab Surat AHY soal Isu Kudeta di Partai Demokrat

Sumber: kompas.com

Pos terkait