Jokowi Minta Gubernur Perhatikan Angka-angka Corona: Hati-hati, Negara Lain Kembali Jadi Tren

Jokowi Minta Gubernur Perhatikan Angka-angka Corona: Hati-hati, Negara Lain Kembali Jadi Tren
Presiden RI Joko Widodo/RMOL

IDTODAY NEWS – Angka-angka kasus positif virus corona baru (Covid-19) diminta Presiden Joko Widodo untuk diperhatikan para gubernur di 34 provinsi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan kata pengantar rapat terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).

Bacaan Lainnya

“Saya ingin ingatkan agar para gubernur melihat data dan angka-angka pergerakan kasus covid di wilayah masing-masing,” ujar Jokowi di hadapaan seluruh Gubernur dan pimpinan kementerian/lembaga yang hadir secara virtual.

Jokowi menekankan, perhatian terhadap angka-angka corona sangat penting. Karena mengingat banyak negara yang kini mulai kembali naik kasus positifnya.

“Hati-hati, saat ini berbagai negara kembali menjadi tren, terjadi tren peningkatan kasus positif baik di negara-negara Eropa dan juga kawasan Asia. Oleh sebab itu kita harus hati-hati. Hati-hati,” tekan mantan Walikota Solo ini.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut kondisi Covid-19 di dalam negeri masih terbilang cukup baik. Pasalnya berdasarkan data per kemarin Senin (31/8) yang diterimanya menunjukan peningkatan kasus sembuh sudah mencapi 72,1 persen, atau lebih tinggi dari bulan April yang masih diangka 15 persen dari total kasus positif.

Baca Juga  Jokowi: Kalau Ada Peningkatan Covid-19 Sedikit Saja, Saya Peringatkan Secara Keras

“Di negara kita walaupun ada beberapa peningkatan kasus positif di beberapa daerah tapi bila dibandingkan negara-negara lain Indonesia masih terkendali. Dan ini yang harus kita jaga bahwa pengendalian manajemen covid ini betul-betul masih dalam posisi terkendali,” katanya.

“Data yang saya terima 31 Agustus kemarin jumlah kasus positif di negara kita 175 ribu dari 2,2 juta tes yang telah kita lakukan. Dan alhamdulilah tingkat kesembuhan, case recovery rate, juga semakin meningkat dari dulu kita ingat bulan April 15 persen sekarang di bulan agustus 72,1 persen. Jadi ada pergerakan yang lebih baik, lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang 69 persen,” demikian Joko Widodo menambahkan.

Sumber: rmol.id

Pos terkait