Kapolres Intan Jaya: Dari Dulu, Setiap Dana Desa Keluar KKB Selalu Minta Jatah…

  • Bagikan
Kapolres Intan Jaya: Dari Dulu, Setiap Dana Desa Keluar KKB Selalu Minta Jatah...
Ilustrasi penembakan.(Shutterstock)(Foto: kompas.com)

IDTODAY NEWS – Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengungkapkan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) sering meminta dana desa kepada para kades dan kepala kampung di wilayahnya.

Para kades dan kepala kampung terpaksa memberikan dana itu karena diancam dengan senjata api.

Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G Antara mengaku mendapat laporan tentang tindakan KKB tersebut.

Menurutnya, KKB mengadang para kepala desa yang baru saja mengambil dana di Distrik Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya.

Baca Juga  Hitung Cepat: Eri-Armuji Ungguli Machfud Arifin-Mujiaman Di Surabaya

“Kalau dana desa dari dulu setiap dana desa keluar dia (KKB) selalu minta jatah, kalau tidak dikasih mereka (kades) tidak aman saat kembali ke kampungnya,” kata Wayan saat dihubungi, Selasa (9/2/2021).

Pencairan dana desa di Intan Jaya hanya bisa dilakukan di kantor Bank Papua yang merupakan satu-satunya bank di Intan Jaya.

Kantor Bank Papua berada di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Baca Juga  Saran IPW, Kalau TNI-Polri Pakai Cara Ini, Dijamin KKB Langsung Keok

Polisi mengaku belum bisa berbuat banyak membantu para kepala desa agar tak diintimidasi KKB.

Biasanya, KKB mengincar kepala desa yang tinggal di daerah cukup jauh dari Distrik Sugapa.

Akses yang tak bisa dilalui kendaraan bermotor itu membuat aparat keamanan tak bisa mengawal kepala desa itu.

“Lokasinya jauh-jauh, semua tidak bisa ditempuh dengan jalan kaki kecuali yang di sekitar Sugapa saja,” kata dia.

Baca Juga  Fahira Idris: Kadar Pancasila Dilihat Dari Tindakan, Bukan Perkataan

Wayan mengatakan, dana desa yang dirampas itu dipakai KKB untuk membeli senjata api dan amunisinya.

“Sebagian dari situ untuk membeli senjata, amunisi, itu sudah salah satu pemasukan KKB,” ungkap Wayan.

“Terpaksa memberi daripada ditembak”

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengaku tak ada pilihan lain bagi kades ketika KKB meminta dana desa.

“Ada beberapa kepala desa mengakui kalau mereka diminta memberikan dana desa dan terpaksa memberikan dari pada mereka ditembak,” kata Natalis saat dihubungi, Senin.

Baca Juga  Gak Henti-hentinya, KKB Kembali Serang TNI Di Nduga, Beberapa Prajurit Terluka

Natalis memastikan, anggota KKB yang berulah di Intan Jaya memakai senjata api. Meski, Natalis heran dari mana anggota KKB bisa mendapat senjata.

Sebab, anggota KKB itu lebih banyak beraktivitas di hutan.

“Mereka memiliki senjata dan mengintimidasi masyarakat, kepala desa. Mereka itu merasa kuat karena memiliki senjata, lalu mereka dapat senjata dari mana,” kata Natalis.

Dari data yang dikeluarkan Polda Papua, selama 2020, KKB beraksi sebanyak 49 kali di tujuh kabupaten.

Baca Juga  Oknum Polisi Diduga Jual Senjata Ke KKB, DPR: Kapolri Punya Tugas Besar Membersihkan

Kejadian paling banyak terjadi di Intan Jaya yakni 23 kali, Mimika sembilan kali, Nduga delapan kali, Pegunungan Bintang enam kali, dan Keerom satu kali.

Dari aksi-aksi tersebut, total ada 17 orang yang tewas karena ulah KKB. 12 orang di antaranya merupakan warga sipil, empat anggota TNI dan satu polisi.

Baca Juga: Jalan Tol Cipali Ambles, Peneliti LIPI Ungkap 3 Potensi Penyebab

Baca Juga  Peluru Bersarang, Begini Kondisi Anggota TGPF-Prajurit TNI Ditembaki KKB

Sumber: kompas.com

  • Bagikan