IDTODAY NEWS – Tidak adanya terobosan kebijakan di masa pandemi Covid-19 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dinilai membahayakan masa depan pendidikan nasional.

Pengamat pendidikan Indra Charismiaji, Nadiem seharusnya membuat blue print (cetak biru) tentang pendidikan Indonesia di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Buat cetak biru pendidikan Indonesia dulu. Atau kalau mau disebut peta jalan juga boleh,” kata Indra saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat (8/1).

“Mulai dari mana dan mau dibawa kemana, biayanya berapa (belajar aja dari aplikasi Gojek),” imbuhnya menegaskan.

 Indra juga menyesalkan konsep Merdeka Belajar yang digembar-gemborkan manatan CEO Gojek Indonesia itu ternyata hanya mengadopsi milik Cikal alias bukan konsep orisinil Nadiem.

 “Karena sampai hari ini blm ada naskah akademiknya,” sesalnya.

Indra menambahkan, kebijakan Nadiem terkait pendidikan di masa pandemi Covid-19, hanya berkutat pada PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) dan pendidikan tatap muka semata.  

“Kemendikbud tidak ada upaya pembenahan PJJ sama sekali. Sepertinya tidak punya ahlinya,” tuturnya.

Baca Juga  Saat Jokowi Minta Luhut, Menag, Kapolri hingga Panglima TNI Tegas soal Implementasi PPKM

“Ini sangat berbahaya mengingat program prioritas Pak Jokowi adalah pembangunan SDM Unggul,” demikian Indra.

Baca Juga: Lima Kriteria Kapolri Pengganti Idham Azis Versi Ujang Komarudin

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan