Natal 2020, Ketua KPK: Semai Selalu Nilai-Nilai Kejujuran

Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) bersama Kepala PPATK Dian Ediana Rae (kanan) menyampaikan tanggapannya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2020). Rapat yang diikuti oleh Ketua KPK, PPATK dan BNN tersebut membahas mengenai Rancangan Kerja Anggaran (RKA) K/L dan Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) K/L untuk tahun anggaran 2021. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz(Foto: MUHAMMAD ADIMAJA)

IDTODAY NEWS – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Firli Bahuri mengajak masyarakat untuk selalu menyemai nilai-nilai kejujuran dalam rangka Hari Raya Natal tahun 2020.

“Selamat merayakan Hari Natal, mari bersama kita tebar kasih dan selalu semai nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan di hati sanubari dengan semangat antikorupsi,” kata Firli dalam keterangan tertulis, Jumat (25/12/2020).

Firli mengatakan, esensi Hari Raya Natal adalah sebuah bentuk pengorbanan dan rasa solidaritas dalam kesederhanaan.

Menurut Firli, hal itu sejakan dengan pemberantasan korupsi di Indonesia yang memerlukan kerelaan agar senantiasa berperilaku jujur, menjauhi perilaku koruptif, dan menjaga integritas.

Dalam kesempatan tersebut, Firli juga mengingatkan para penyelenggara negara untuk menghindari praktik suap-menyuap atau gratifikasi dengan tukar-menukar bingkisan dan kado yang biasa terjadi menjelang hari raya, termasuk Natal.

Firli mengatakan, bertukar kado memang telah menjadi budaya, tetapi akan berbahaya jika melibatkan pihak-pihak yang memiliki tujuan tertentu.

“Pihak-pihak inilah yang memainkan ‘taktik’ sinterklas, “hanya memberi-tak harap kembali” hingga telah banyak abdi negara yang tertipu daya hingga terjerembab dalam pusaran korupsi,” kata Firli.

Baca Juga  Tak Terima Dikatai 'A*jing B*ngsat', Politisi PDIP Dewi Tanjung Laporkan Rekan Separtai ke Polisi

Firli menambahkan, tidak sedikit pula aparatur pemerintah dan negara yang malah mencari bahkan meminta bingkisan/kado mewah agar tampil glamor saat hari raya.

“Dapat disimpulkan bahwasanya kesederhanaan-lah yang diajarkan oleh agama apapun di dunia ini karena sifat dan perilaku sederhana adalah kunci utama untuk meredam ketamakan,” kata dia.

Baca Juga: Menag Yaqut Akan Afirmasi Hak Beragama Kelompok Syiah dan Ahmadiyah

Baca Juga  Beredar Sprindik terhadap Erick Thohir, KPK Bantah Mengeluarkan

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan