Natalius Pigai: Anggota TNI/Polri Juga Banyak Yang Mati Ditembak OPM, Tapi Tidak Diekspos

  • Bagikan
Natalius Pigai
Aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai/RMOL

IDTODAY NEWS – Aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai kembali mendapatkan informasi bahwa salah satu anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) meninggal dunia.

“Hari ini salah satu anggota OPM yang beroperasi di Kali Kopi tewas di Timika bernama Hengky Wamang,” kata mantan anggota Komnas HAM itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (18/8).

Pada sisi lain, lanjut Natalius Pigai, di Papua juga banyak anggota TNI/Polri yang mati ditembak OPM, tapi tidak diekspos.

Baca Juga  Pangdam Perintahkan Prajurit Turunkan Baliho Habib Rizieq, Pimpinan Komisi I: Terus Terang Saya Gagal Paham

“Saya sebagai pembela kemanusiaan kasihan juga jika selalu terima info dari masyarakat Papua tentang kematian entah prajurit TNI atau TPN OPM,” sebutnya.

Bahkan, di tengah pandemik Covid-19 (Desember 2019-Februari 2020), di salah satu tempat disinyalir banyak pasukan elit dan anggota TNI/Polri meninggal ditembak OPM, tapi mungkin belum dilaporkan secara benar.

“Apalagi di area konflik yang banyak,” ujar Natalius Pigai menambahkan.

Baca Juga  Kritik Anies Soal Belajar Di Masa PSBB, Rahmad Handoyo: Jangan Cuci Tangan!

Menurut putra asal Papua ini, negara yang tidak mau hadir, menjadi problem serius. Padahal ini masalah kemanusiaan. Harusnya ada empati melihat nyawa manusia hilang begitu saja, mereka juga punya keluarga yang ingin hidup.

“Ini harus diperhitungkan oleh Presiden Joko Widodo,” tegas Natalius Pigai.

Dia menyarankan kehadiran negara tidak dalam kekuatan pertahanan, tetapi untuk menciptakan perdamaian melalui perundingan.

Baca Juga  PR Berikut usai Muhammad Kece, Polri Harus Tangkap Buronan Penista Agama Jozeph Paul Zhang

“Jika membiarkan konflik bersenjata maka meski TNI/Polri kuat, namun banyak juga yang mati di tangan OPM,” ucap Natalius Pigai untuk menguatkan penilaiannya.

OPM juga sudah berumur 60 tahun lebih, sudah terbukti mereka bertahan lama. Apalagi sekarang OPM beralih komando dari generasi tua yang mungkin tidak sekolah ke generasi muda yang militan dan terdidik.

“OPM mengalami transformasi kekuatan gerilya (guerilla strugle) modern, mengerti hukum perang dan humaniter,” tutup Natalius Pigai menutup komentarnya.

Baca Juga  KNPI: Dulu Teriak-teriak Rasis, Sekarang Pigai Kok Jadi Bela Abu Janda?

Sumber: rmol.id

  • Bagikan