Oposisi: TNI Jangan Terjebak Politik Praktis Turunkan Baliho HRS

  • Bagikan
Oposisi: TNI Jangan Terjebak Politik Praktis Turunkan Baliho HRS
Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman. (Foto: pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS meminta TNI jangan sampai terjebak politik praktis masuki ranah sipil dengan mencopoti baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) di Jakarta sekitar.

Oleh karenanya, TNI diharapkan tidak sampai terjebak dalam politik praktis dalam merespons dinamika di tengah masyarakat saat ini.

“Tugas utamanya perang melawan musuh negara yang mengancam kedaulatan, kelompok sparatis, dan kekuatan asing yang mengancam,” ungkap anggota Komisi I DPR RI Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/11).

Baca Juga  Luhut Panjaitan Mohon Maaf, Rizal Ramli: Nah Ini yang Ditunggu-tunggu

“Sehingga mohon jangan sampai sikap, kata, dan tindakannya terjebak politik praktis menyangkut dinamika politik di dalam masyarakat,” katanya lagi.

Mengaku Tak Bersalah, Pangdam Jaya: Menunggu Ancaman Luar, Kapan Saya Kerja?

Jazuli yang juga ketua Fraksi PKS DPR RI ini mengatakan, dinamika yang terjadi di masyarakat cukup diselesaikan oleh otoritas sipil.

“Bila ada pelanggaran ketertiban dan keamanan, sudah ada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian sebagai penegak hukum,” jelasnya.

Baca Juga  Pemerintah Didesak Minta Maaf Dan Sudahi Komunikasi Yang Mencitrakan Situasi Baik-baik Saja

Hal tersebut ia tegaskan berkenaan dengan keberadaan TNI yang belakangan menjadi sorotan publik usai terlibat dalam dinamika di tanah air, salah satunya soal penurunan baliho bergambar Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Menghadapi gejolak dinamika rakyat tidak perlu dengan unjuk kekuatan negara, apalagi kekuatan perang TNI,” jelasnya.

“Ini yang bisa menimbulkan bias persepsi atas tugas pokok dan fungsi TNI sehingga wajar dikritik banyak pihak dari tokoh masyarakat hingga civil society,” ungkap Jazuli.

Baca Juga  Diawali Jakarta, Deklarasi Koalisi Din Syamsuddin dkk Terus Meluas

Ia menegaskan, tupoksi TNI itu untuk perang, melawan kelompok sparatis, dan menjaga kedaulatan wilayah NKRI dari ancaman kekuatan asing.

Sementara rakyat adalah anak kandung NKRI yang harus dilindungi, didengar, dan diberdayakan.

“Dinamika politik di masyarakat itu wajar saja. Jangan disikapi berlebihan,” tandasnya.

Sementara Ustadz Haikal Hassan mengungkap bahwa banyak baliho Habib Rizieq (HRS) yang dicopot TNI berisi imbauan melawan Covid-19. Tidak saja ucapan selamat datang ke Indonesia.

Baca Juga  Fadli Zon: Sudah Salah Prediksi, Tak Minta Maaf Apalagi Membubarkan Diri

“Ahaa. Untung masih ada jejak digitalnya. Buruan save sebelum dihapus juragan,” ungkap Sekjen HRS Center ini melalui cuitan di Twitter, Sabtu (21/11).

Menurut Haikal Hassan dalam penjelasan video di Twitter yang diunggah dalam cuitan itu, spanduk dan baliho Habib Rizieq (HRS) yang dipasang di berbagai lokasi di Jakarta dan daerah lain, bukan hanya ucapan penyambutan selamat datang.

Baca Juga  Kesehatan Habib Rizieq Shihab Drop, Aziz Yanuar: Terimakasih Polda Metro Jaya

“Tapi lebih banyak baliho dan spanduk peduli Covid-19, guyub bersama melawan Covid-19, Covid 19 musuh bersama, ingat-ingat selalu tiga M. Semuanya mendukung program pemerintah,” ungkap Haikal Hassan.

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan