PBB: 400 Ribu Anak Yaman Bisa Mati Kelaparan Tahun Ini

  • Bagikan
PBB: 400 Ribu Anak Yaman Bisa Mati Kelaparan Tahun Ini
Faid Samim, 7 tahun, seorang anak laki-laki yang menderita gizi buruk dan juga cerebral palsy, terbaring di tempat tidur di bangsal perawatan rumah sakit al-Sabeen di Sanaa, Yaman, 28 Desember 2020. Faid Samin juga menderita cerebral palsy, yakni sebuah kelumpuhan dan gizi buruk akut. (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)

IDTODAY NEWS – Hasil kajian empat badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan 400 ribu anak di bawah usia 5 tahun di Yaman dapat meninggal karena kelaparan tahun ini. Hal itu bisa terjadi jika tidak ada intervensi di tengah melonjaknya tingkat kekurangan gizi parah akibat perang dan pandemi virus corona.

Peringatan PBB ini muncul hampir enam tahun setelah pecahnya perang yang membuat 80 persen populasi bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Baca Juga  China Dicurigai Siapkan Tentara Bioteknologi, Israel Kaitkan Yajuj dan Majuj

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Jumat, badan-badan tersebut memproyeksikan peningkatan 22 persen dalam kekurangan gizi akut yang parah di antara anak-anak di bawah 5 tahun di Yaman, dibandingkan dengan 2020.

Malnutrisi akut yang parah berarti ada risiko kematian akibat kekurangan makanan. Aden, Hodeidah, Taiz dan Sanaa termasuk di antara daerah yang paling parah terkena dampak, kata laporan itu.

Baca Juga  Presiden Prancis Emmanuel Macron Tak Terima Dikritik Erdogan, Ini Yang Akan Terjadi

Baca Juga: Mahfud MD Bela Din Syamsuddin: Beliau Kritis, Bukan Radikalis

“Angka-angka ini adalah seruan lain untuk bantuan dari Yaman di mana setiap anak yang kekurangan gizi juga berarti keluarga yang berjuang untuk bertahan hidup,” kata Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) David Beasley dalam pernyataan bersama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), UNICEF. dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dikutip dari Reuters, Sabtu, 13 Februari 2021.

Baca Juga  Lengkap, Ini Jawaban Tegas Silvany Pasaribu untuk Vanuatu di Sidang PBB

Selain itu, 2,3 juta anak di bawah 5 tahun diperkirakan akan menderita kekurangan gizi akut pada 2021. Malnutrisi akut di antara anak-anak dan ibu-ibu di Yaman meningkat setiap tahun akibat konflik. Semakin diperparah karena tingginya tingkat penyakit dan meningkatnya tingkat kerawanan pangan.

Sekitar 1,2 juta wanita hamil atau menyusui diproyeksikan mengalami kekurangan gizi akut tahun ini.

Baca Juga: Din Syamsuddin Dituduh Radikal, Gus Ulil: Alat Pembungkam yang Dipandang Berseberangan dengan Pemerintah

Baca Juga  Bukan Pertama Kali, Vanuatu Rutin Serang Indonesia soal Papua di PBB

Kelaparan tidak pernah diumumkan secara resmi di Yaman. PBB mengatakan negara itu sedang mengalami krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Gizi dan layanan lain yang mencegah jutaan orang dari kelaparan dan penyakit secara bertahap ditutup di Yaman di tengah kekurangan dana yang akut.

Seiring dengan konflik, kemerosotan ekonomi, dan pandemi, kekurangan sumbangan tahun lalu juga berkontribusi pada memburuknya krisis kemanusiaan di Yaman. Badan-badan tersebut mengatakan mereka hanya menerima US$ 1,9 miliar dari US$ 3,4 miliar yang dibutuhkan untuk tanggapan kemanusiaan. Program ini sudah mulai ditutup dan diperkecil.

Baca Juga  Presiden Tanzania, Uji Coba Test Kit WHO pada Kambing dan Pepaya, Hasilnya Positif Corona

Perang di Yaman terjadi ketika koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk memulihkan pemerintah Yaman yang digulingkan dari kekuasaan di ibu kota Sanaa oleh gerakan Houthi pada akhir 2014. Houthi mengatakan mereka memerangi korupsi.

Baca Juga: Yusril: Demokrasi Jadi Permainan Kekuasaan untuk Melanggengkan Kekuasaan

Sumber: tempo.co

  • Bagikan