Pendiri Demokrat: SBY seperti Tetangga Diajak Masuk lalu Mengambil Rumah Pemiliknya

Pendiri Demokrat: SBY seperti Tetangga Diajak Masuk lalu Mengambil Rumah Pemiliknya
Susilo Bambang Yusdhoyono (SBY) angkat bicara terkait tuduhan dirinya menjadi dalang aksi demo tolak UU Cipta Kerja yang berujung rusuh.(pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Perseteruan antara senior dan pendiri Partai Demokrat dengan kubu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin meruncing.

Salah satu yang bersuara lantang adalah Mantan Wakil Komisi Dewan Pengawas (Dewas) DPP sekaligus Pendiri Partai Demokrat HM Darmizal MS.

Bacaan Lainnya

Bahkan, Damizal menyebut bahwa sejatinya yang melakukan kudeta adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Darmizal menceritakan, pada 2003 dimana saat itu Partai Demokrat dinyatakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) lolos verifikasi.

Baru saat itu almarhum ibu Ani Yudhoyono masuk sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

Baca Juga: Risma Disebut Bakal Pimpin Ibu Kota Gusur Anies di Pilgub DKI Jakarta 2024

Demikian disampaikan Darmizal dalam keterangannya, dikutip dari JPNN.com (jaringam PojokSatu.id), Jumat (19/2/2021).

“Tak lama kemudian di tahun yang sama, SBY masuk menjadi calon Presiden (capres) dari Partai Demokrat, yang ditandatangani oleh Ketua Umum Prof. Subir Budhisantoso,” bebernya.

Darmizal mengibaratkan, SBY saat itu seperti tetangga pemalu yang diajak masuk ke dalam rumah oleh pemiliknya.

Baca Juga  Fraksi PKS Desak Baleg Cabut RUU HIP Dari Prolegnas 2021

Sebelumnya tidak pernah berkunjung sampai pada Rapimnas Partai Demokrat di Wisma Kinasih tahun 2003.

“SBY diajak mampir dan diberi tempat di rumah oleh pemiliknya. Kemudian dia malah mengambil rumah dari pemiliknya,” ucap Darmizal.

Atas peristiwa itu, Darmizal mengaku lucu dan prihatin.

Baca Juga: Amien Rais Tiba-Tiba Teringat Ibunya di Pemakaman Ibunda Fadli Zon

Ia pun menyeru agar Partai Demokrat harus kembali ke khittohnya, menjadi partai terbuka.

“Siapa pun boleh masuk ke Partai Demokrat tanpa ada yang bisa menghalangi,” tegasnya.

Darmizal menyatakan, Kongres Luar Biasa atau KLB adalah kepastian menuju perbaikan menjadi Partai Demokrat besar kembali.

Karena di tangan SBY dua periode sebagai Ketua umum, sambungnya, Partai Demokrat menurun dari 148 kursi pada 2009, menjadi 61 pada 2014.

“Dan sekarang tinggal 54 kursi parlemen saja. KLB pasti halal, sukses dan sah,” tandasnya.

Baca Juga: Demokrat: Ini Bukan AHY vs Jokowi dan Bukan Partai Biru Lawan Partai Merah

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait