Perombakan Kabinet Ajang Pembuktian Jokowi Terlibat Atau Tidak Dalam Gerakan “Kudeta” Demokrat

  • Bagikan
Perombakan Kabinet Ajang Pembuktian Jokowi Terlibat Atau Tidak Dalam Gerakan "Kudeta" Demokrat
Presiden Joko Widodo/RMOL

IDTODAY NEWS – Perombakan kabinet Indonesia Maju jilid kedua menjadi pembuktian apakah gerakan pengambilalihan paksa kepemimpinan Partai Demokrat yang diduga dilakukan oleh Moeldoko mendapat restu dari Presiden Joko Widodo.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif’an saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (9/2).

Ali Rif’an berpandangan, reshuffle kabinet jilid pertama lebih pada uji coba. Masih perlu dicek lagi apakah formasi kabinet sudah tepat penempatannya.

Baca Juga  Ekonom Ingatkan Jokowi: Pemerintah Sedang Mewariskan Utang ke Generasi Mendatang

Meski demikian, yang paling penting dari perombakan kabinet jilid II karena akan jadi pembuktian bagaimana sesungguhnya sikap Presiden Jokowi terhadap upaya “kudeta” pada Agus Harimurti Yudhoyono.

“Moeldoko terancam dicopot atau naik jadi menteri, tergantung Pak Jokowi menganggap Moeldoko blunder tentunya bisa dicopot dari kabinet,” demikian analisa Ali Rif’an.

Lebih lanjut, Ali Rif’an menganalisa, jika pada saat perombakan kabinet Moeldoko justru mendapatkan kenaikan posisi sebagai menteri, maka secara politik itu mengkonfirmasi bahwa gerakan “kudeta” Moeldoko itu atas dasar restu dari orang nomor satu di Indonesia.

Baca Juga  Eks Sekjen Demokrat ke Andi Arief: Ingatkan yang Diberi Amanah, Hentikanlah Fitnah

“Kalau Moeldoko nggak dicopot yang muncul di publik dia seizin Jokowi, berarti Moeldoko orang paling dekat dengan Jokowi. Isu kudeta itu langsung dari Pak Jokowi,” tandas Ali Rif’an.

Baca Juga: Ustadz Maaher Meninggal Dunia, Pengacara Sempat Minta Rujukan ke RS UMMI, Tapi?

Sumber: rmol.id

  • Bagikan