Pesan Ma’ruf ke Menteri KKP: Importir Jangan Monopoli Budidaya Lobster

Wakil Presiden RI KH Maruf Amin dalam konferensi daring Pengumuman Seleksi Guru PPPK Tahun 2021, Senin (23/11/2020).(Foto: Tangkapan layar Youtube Kemendikbud)

IDTODAY NEWS – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berpesan agar importir tidak memonopoli budidaya lobster.

Hal tersebut disampaikan Wapres Ma’ruf Amin ketika menerima Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono pada Selasa (5/1/2021) di rumah dinas, Menteng, Jakarta Pusat.

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi mengatakan, selama ini budidaya lobster dianggap bermasalah karena ada semacam monopoli dari para importirnya.

“Kalau importir tidak monopoli, sebenarnya tidak ada masalah sehingga dengan demikian maka ekspor benih lobster itu akan tetap dikembangkan tetapi dengan syarat bahwa cara pengusaha-pengusaha benur itu membeli dengan harga sesuai,” kata Masduki kepada wartawan, Selasa (5/1/2020) malam.

Masduki mengatakan, selain itu para pengusaha benur atau benih lobster juga wajib mempunyai binaan bagi nelayan lobster.

Hal tersebut dibutuhkan agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik.

“Jadi dengan catatan, importir jangan monopoli. Nelayan lobster selama ini tidak diberdayakan karena harganya murah, makanya dinaikkan, lalu pembinaan harus dilakukan para pengusaha,” kata dia.

Jika para pengusaha itu tak sanggup, kata dia, maka akan ditangani oleh unit pelaksana teknis (UPT) perikanan dari KKP yang ada di berbagai daerah.

Baca Juga  Kader Muhammadiyah Jadi Ketua KY, Pesan Haedar Nashir: Tegakkan Hukum dengan Adil

Adapun dalam pertemuan tersebut, Menteri KKP Wahyu Sakti juga menyampaikan beberapa gagasan untuk program kerjanya kepada Ma’ruf.

Antara lain soal nelayan yang akan lebih diarahkan menjadi nelayan budidaya dan pembinaan para penambak garam.

Baca Juga: Megawati Maju Capres 2024? Ini Tanggapan Kader PDIP

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan