Polisi Temukan Bukti Alfin Berencana Bunuh Syekh Ali Jaber: Rasa Kesal saat Mendengar Adanya Ceramah
Alfin Andrian (24), tersangka penusuk pendakwah Syekh Ali Jaber. Alfin diketahui sudah merencanakan untuk membunuh ulama asal Madinah, Arab Saudi tersebut. (Foto: youtube Lampung TV)

Polisi Temukan Bukti Alfin Berencana Bunuh Syekh Ali Jaber: Rasa Kesal saat Mendengar Adanya Ceramah

IDTODAY NEWS – Menggunakan sebilah pisau, Alfin Andrian (24) menusuk bahu kanan pendakwah Syekh Ali Jaber saat korban tengah berceramah di Masjid Falahudin, Bandar Lampung, Lampung, pada Minggu (13/9/2020).

Sempat dikatakan sebagai orang yang mengalami gangguan jiwa, tersangka ternyata telah merencanakan untuk membunuh Syekh Ali Jaber.

Satuan Densus 88 pun ikut turun tangan dalam kasus ini untuk menyelidiki keterlibatan pihak lain.

Baca Juga  Ayah Angkat Siti Disembelih oleh PKI Saat Pemberontakan 1948

Dikutip dari YouTube Lampung TV, Rabu (16/9/2020), satu bukti tersangka melakukan pembunuhan rencana adalah senjata yang dibawa oleh Alfin dari rumahnya.

“Tersangka ini sudah ada suatu perencanaan untuk melakukan suatu pembunuhan,” ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

“Didahului dengan menyiapkan mengambil senjata tajam dari rumah tersangka.”

Selain senjata, Pandra juga mengungkit soal perasaan emosi dari Alfin ketika mengetahui adanya kegiatan keagamaan di dekat kediamannya yang dihadiri oleh Syekh Ali Jaber.

Baca Juga  FPI Sebut Terjadi Penguntitan dan Upaya Mencelakakan Habib Rizieq

“Dan tersangka sendiri juga sudah ada niat, ada rasa kesal pada saat mendengar adanya ceramah Syekh Ali Jaber,” terang Pandra.

Pandra memaparkan saksi yang telah diperiksa di antaranya adalah keluarga dan paman pelaku, saksi korban, para saksi mata, perekam video, hingga ibu-ibu yang diajak berfoto oleh Syekh Ali Jaber.

“Sampai hari ini sudah 15 saksi yang dilakukan pemeriksaan,” ungkap Pandra.

Baca Juga  Beredar Foto Penusuk Syekh Ali Jaber Diedit Lagi Megang Bendera Tauhid dan Disebarkan Para Buzzer

“15 saksi tersebut guna melengkapi berkas perkara yang saat ini kami kejar untuk segera kami limpahkan kepada jaksa penuntut umum,” sambungnya.

Pandra mengatakan, dalam kasus ini satuan seperti Densus, Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, hingga Bareksrim Polri ikut turun tangan membantu pemeriksaan.

“Kehadiran dari tim tersebut adalah untuk memperkuat di dalam konstruksi pasal, kemudian melakukan penyelidikan apakah masih ada kaitan dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Baca Juga  Gempa M6,2 Guncang Majene, Kantor Gubernur dan Hotel Ada Yang Roboh

Sumber: tribunnews.com

Tinggalkan Balasan