Polri: Sakit Ustadz Maaher Sensitif, Bisa Coreng Keluarga Jika Diumumkan

Polri: Sakit Ustadz Maaher Sensitif, Bisa Coreng Keluarga Jika Diumumkan
Soni Eranata alias ustadz Maaher At Thuwailibi (Foto: Deden Gunawan/detikcom)

IDTODAY NEWS – Polri menyatakan Ustaz Maaher At-Thuwailibi, alias Soni Eranata, meninggal dunia karena sakit. Namun, polisi enggan menjelaskan penyakit yang diderita tersangka kasus ujaran kebencian tersebut.

” Kemudian yang jadi petanyaan, kenapa saudara Soni Eranata itu meninggal? karena sakit meninggalnya,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Selasa 9 Februari 2021.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Tahan Ambroncius Nababan, Polri: Jangan Mainkan Jari untuk Memecah Bangsa!

Argo tak mau membongkar penyakit Maaher. Dia beralasan, penyakit yang diidap Maaher sangat sensitif dan bisa berdampak pada keluarga bila diumumkan.

” Saya enggak bisa menyampaikan sakitnya apa karena ini sakit yang sensitif, ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum,” kata Argo.

Yang jelas, tegas dia, para dokter menyebut bahwa sakit yang diderita Maaher sangat sensitif. ” Yang bisa membuat nama baik keluarga bisa tercoreng kalau kami sampaikan di sini,” tambah dia.

Baca Juga  Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Ustadz Maaher Meninggal Dunia

Maaher ditahan akhir tahun lalu, setelah dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan penghinaan kepada ulama Nahdlatul Ulama, Habib Lutfi bin Yahya. Dia ditahan di Rutan salemba cabang Bareskrim.

” Itu yang bersangkutan dikenakan UU ITE. Jadi yang bersangkutan pada tanggal 4 Desember kita lakukan penahanan, ini surat penahanannya. Kemudian dalam proses penahanan yang bersangkutab merasa sakit,” papar Argo.

Baca Juga  Tiga Kantong Bagian Tubuh Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Kembali Ditemukan TIM SAR Gabungan

Karena Maaher sakit, dokter dan penjaga tahanan mengirim surat ke Rumah Sakit Polri. Polisi membantarkan penahanan Maher dengan alasan sakit tersebut. ” Sudah kita lakukan, ada surat (pembantaran) kita untuk dilakukan perawatan,” tutur Argo.

Sejak pembantaran itu, Maaher menjalani perawatan. Tak hanya di rumah sakit, Maaher juga menjalani pemeriksaan di sejumlah laboratorium. Argo menunjukkan bukti rekam medis Maaher, baik dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri maupun laboratorium swasta.

Baca Juga  Listyo Sigit Prabowo Siap Terima Lulusan Madrasah Jadi Anggota Polri

” Semuanya ini adalah rekam medis, artinya ini keterangan dari dokter yang menyatakan yang bersangkutan sakit. Laboratorium juga ada,” kata Argo.

Setelah menjalani perawatan, Polri mengirim Maaher ke Kejaksaan. Prosedur itu dilakukan karena Kejaksaan menyatakan berkas kasus Maaher telah lengkap. ” Makanya langsung kirimkan ke Kejaksaan tahap ke duanya,” tutur Argo.

Baca Juga: Bikin Gaduh Nasional, DPR Minta SKB 3 Menteri soal Seragam Segera Dicabut

Baca Juga  Polri Punya Aplikasi e-Dumas, Komisi III DPR Harap Masyarakat Tak Ragu Untuk Mengadu

Sumber: dream.co.id

Pos terkait