Puluhan Ibu Muda Antre Ajukan Cerai, Sosiolog Bilang Dampak PHK
Rektor UIC, Musni Umar,(Foto: pojoksatu.id)

Puluhan Ibu Muda Antre Ajukan Cerai, Sosiolog Bilang Dampak PHK

IDTODAY NEWS – Sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Prof Musni Umar mengomentari video puluhan ibu muda antrean mengajukan perceraian di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Salah satu penyebab perceraian yang paling sering terjadi adalah faktor ekonomi dan perselingkuhan.

Dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) diduga menjadi pemicu tingginya angka perceraian di tengah Pandemi Covid-19.

Baca Juga  Hujan Lebat, Kompleks Kantor Gubernur Jateng Kebanjiran

“Dampak PHK sudah dirasakan masyarakat. Antrean orang mau cerai gambaran kesulitan yang dialami masyarakat,” kata Musni Umar melalui akun Twitternya, @musniumar, Selasa (25/8).

PHK menyebabkan terjadinya pengangguran. Dampaknya, keluarga mengalami kesulitan ekonomi. Hal itu menyebabkan hubungan suami istri tidak harmonis dan berujung pada perceraian.

“Pengangguran hadirkan kemiskinan. Dampaknya keluarga runtuh. Isteri dan suami cekcok, anak korban. Saya hanya bisa berdoa, sedih semoga para pemimpin eling lan waspodo,” tambah Musni Umar.

Baca Juga  Bikin Nyaman Pekerja, Airlangga: Semua Fokus Pada Produktifitas Tanpa Pikirkan PHK

Sebelumnya diberitakan, video antrean ibu muda ajukan cerai di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat puluhan wanita muda tampak berdiri di halaman dan antre masuk ke dalam kantor Pengadilan Agama Soreang.

Beberapa wanita muda lainnya tampak duduk sambil memainkan gadget mereka. Para wanita muda itu diduga ikut antrean untuk mengajukan perceraian.

Baca Juga  JK Dikaitkan Penangkapan Edy Prabowo, Musni Umar: Itu Tuduhan Ngawur

Video antrean ibu muda ajukan cerai di pengadilan agama ini diunggah oleh akun Instagram @bandung.update, Senin (24/8).

“Bandung’ers, jangan terkecoh yaa, ini bukan antrian penerima bantuan sosial, tapi antrian orang-orang yang mau cerai di Pengadilan Agama Soreang,” tulisnya.

Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Soreang, Ahmad Sadikin membenarkan video antrean tersebut.

Ia menyebut setiap hari, khususnya Senin, Selasa dan Kamis, Pengadilan Agama Soreang selalu dipenuhi oleh orang yang ingin cerai.

Baca Juga  Fakta Resepsi Nikah di Kebon Pala: Undang 1.000 Orang, Dibubarkan Polisi, Tak Ada Tersangka

Menurut Ahmad, antrean tersebut terjadi lantaran jumlah ruang sidang terbatas. Sementara para pengaju gugatan cerai cukup tinggi, rata-rata 150 per hari.

Berikut ini video puluhan ibu muda antre ajukan cerai di Pengadilan Agama Soreang:

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Balasan