IDTODAY NEWS – Isu kudeta yang menerpa Partai Demokrat masih jadi perbincangan hangat di masyarakat.

Bahkan, isu ini makin melebar karena Presiden Joko Widodo ikut masuk seiring dugaan keterlibatan Kepala Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, dalam upaya penggulingan Agus Harimurti Yudhoyono dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

Dalam pandangan aktivis Milenial Lampung, Azis Gunardi, seharusnya putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), itu bisa membedakan mana urusan pribadi dengan urusan negara.

“Perseteruan antara Mas AHY dan Pak Moeldoko harusnya tidak dilibatkan sampai ke Presiden (Jokowi). Jikapun Pak Moeldoko memang ikut andil di sana, itu urusan pribadi beliau yang tidak bisa digabungkan dengan urusan antara Presiden dan KSP,” kata Azis Gunardi kepada Kantor Berita RMOLLampung, Senin (8/2).

Berdasarkan pengamatannya, Azis menilai ada beberapa kader ataupun simpatisan yang ingin menggulingkan AHY. Menurutnya, hal itu semestinya dijadikan bahan evaluasi oleh AHY atas kepemimpinannya di Partai Demokrat.

“Seharusnya Mas AHY selaku ketum lebih bijak menanggapi isu ini. Ini beritanya sudah heboh ke mana-mana. Berarti Mas AHY kurang bisa meredam, sampai orang awam tahu urusan internal partai dan reaksi yang berlebihan tersebut malah memperlihatkan kelemahan dari Demokrat di bawah Mas AHY,” tuturnya.

Baca Juga  Tifatul Sembiring: Kapan PKS Mencap Jokowi Anti Islam, Coba Buktikan?

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh kader partai politik di tanah air untuk tidak melibatkan urusan internal partai dengan urusan kenegaraan.

“Saya mengimbau kepada para kader partai agar tetap bijak membedakan urusan internal partai dan kenegaraan,” pungkasnya.

Baca Juga: Inisiator Mobil Esemka Curhat ke Roy Suryo: Negara Tidak Jujur!

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan