Terungkap! Keponakan Luhut Calon Kuat Bos SWF Dana Abadi RI

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (detik.com)

IDTODAY NEWS – Pemerintah rencananya akan memutuskan pimpinan pengelola dana abadi RI (Sovereign Wealth Fund/SWF) bulan ini. Berdasarkan laporan Bloomberg, ada sejumlah daftar calon kandidat yang muncul sebagai bos SWF di antaranya, Arief Budiman, mantan direktur keuangan produsen energi PT Pertamina; Arsjad Rasjid, direktur utama PT Indika Energy; Tigor Siahaan, CEO PT Bank CIMB Niaga; dan Rizal Gozali, Presiden Direktur PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia.

Namun selain sejumlah orang tersebut ada kandidat yang lebih kuat, yakni Pandu Sjahrir dari Indies Capital Partners Pte. Sjahrir adalah investor terkemuka dan nama terkenal di industri teknologi Indonesia. Setelah mendapatkan gelar dari University of Chicago dan Stanford University Graduate School of Business, ia menjadi investor awal di startup lokal seperti Gojek.

Bacaan Lainnya

Selain Indies Capital, Sjahrir menjabat sebagai ketua operasional Sea Ltd. di Indonesia dan anggota dewan di Bursa Efek Indonesia. Seperti diketahui, pria berumur 41 tahun tersebut juga diketahui merupakan keponakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meskipun belum ada keputusan akhir yang dibuat.

Baca Juga  Idham Azis: Saya Mengajak Rekan-rekan untuk Dukung Calon Kapolri Listyo Sigit

Direktur pengelola di penyedia data Global SWF Diego Lopez mengatakan bahwa siapapun yang terpilih sebagai Chief Executive Officer (CEO) harus mampu bekerjasama dengan pemerintah dan mampu menghormati dunia investasi. Menurut dia model lembaga serupa telah diluncurkan di Rusia, Italia, dan Prancis sebagai investasi untuk mendanai infrastruktur. Tetapi agar Indonesia berhasil menarik modal asing, struktur formal, tata kelola, dan kepemimpinan yang kuat akan menjadi sangat penting agar tidak terjadi skandal 1MDB seperti di negara tetangga Malaysia.

Otoritas Investasi Indonesia tersebut telah memperoleh miliaran dolar dalam bentuk jaminan dari AS dan Jepang sebelum mulai beroperasi tahun ini. Jepang berkomitmen USD4 miliar melalui Bank Jepang untuk Kerjasama Internasional dengan jumlah dua kali lipat yang dijanjikan oleh Korporasi Keuangan Pembangunan Internasional AS. Hal itu dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki harapan besar terhadap lembaga pengelola keuangan ini dalam meningkatkan kekayaan negara, terutama di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi. Lembaga otoritas investasi ini memiliki peran kunci dalam mendanai proyek-proyek besar mulai dari infrastruktur dan perawatan kesehatan hingga pariwisata dan teknologi.

Baca Juga  Menko Luhut Minta GP Ansor Jatim Bantu Kampanye Protokol Kesehatan

Adapun lembaga tersebut berwenang mengajak investor lokal dan global untuk berpartisipasi dalam mendanai proyek tertentu. Pemerintah berencana untuk memulai dana awal tahun ini dengan aset USD5 miliar dan akan mencari investasi sekitar USD16 miliar di awal. Tidak seperti banyak dana kekayaan kedaulatan yang didirikan oleh negara-negara kaya seperti Norwegia dan Singapura yang digunakan untuk mengelola pendapatan minyak atau cadangan devisa mereka yang besar, model SWF Indonesia dirancang untuk menarik modal asing sebagai investor bersama.

BACA: Trending Madam Bansos, Rocky Gerung Ungkap Cirinya: Perempuan, Dewasa…

Sumber: sindonews

Pos terkait