6 Pendukung Habib Rizieq Shihab Tewas Ditembak, Ahli Pertanyakan Tindakan Tegas dan Terukur Kepolisian

(KIRI) Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran saat melaporkan atas kejadian tewasnya enam pendukung Rizieq Shihab dan (Kanan) Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel pertanyakan tindakan tegas dan terukur darKolase Tribunnews.com (Foto: Tangkap layar kannal YouTube KompasTV dan Baitul Maal Hidayatullah)

IDTODAY NEWS – Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, memberikan pandangannya terkait tewasnya enam pendukung Rizieq Shihab yang ditembak oleh polisi.

Utamanya terkait dengan pernyataan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, yan menyebut melakukan tindakan tegas dan terukur kepada para pendukung Imam Besar FPI.

Reza menyebut, dalam kaca mata psikologi forensik, ada istilah penembakan yang menular (contagious shooting).

Ketika satu personel menembak, hampir selalu bisa dipastikan dalam tempo cepat personel-personel lain juga akan melakukan penembakan.

“Seperti aba-aba anggota pasukan tidak melakukan kalkulasi, tapi tinggal mengikuti saja,” ucapnya kepada Tribunnews, Selasa (8/12/2020).

Baca Juga  Pendukung Unggah Foto Ganjar-Risma Capres-Cawapres 2024, Anda Setuju?

Sehingga dimungkinkan penembakan menjadi perilaku spontan bukan aktivitas terukur, terlebih ketika personel sudah mempersepsikan target sebagai pihak yang berbahaya.

“Jadi, dengan kata lain, dalam situasi semacam itu, personel bertindak dengan didorong oleh rasa takut,” imbuh pria yang juga bekerja sebagai konsultan Lentera Anak Foundation ini.

Reza juga menunjukkan data soal kasus penembakan terhadap target yang disangka bersenjata, padahal tidak membawa senjata.

Ia mengatakan, ada 70-an persen berlangsung pada malam hari saat pencahayaan minim, sehingga mengganggu kejernihan penglihatan personel.

“Sempurnalah faktor luar dan faktor dalam memunculkan perilaku. Faktor luar adalah letusan pertama oleh personel pertama dan kondisi alam di TKP. Faktor dalam adalah rasa takut personel,” urainya.

Baca Juga  Habib-RS: Ulama Lebih Tinggi Dan Mulia Dari Oposisi

Berdasarkan analisis tersebut, Reza kemudian mempertanyakan benarkah penembakan oleh personel polisi pasti selalu merupakan langkah terukur?

Terlebih, ada dua versi kronologi yang berbeda.

“Benarkah penembakan oleh personel polisi pasti selalu merupakan langkah terukur?” tanya Reza.

Oleh karena itu, ia menegaskan perlu adanya investigasi kasus per kasus terhadap masing-masing dan antar personel.

“Investigasi oleh semacam shooting review board, nantinya tidak hanya mengeluarkan simpulan apakah penembakan memang sesuai atau bertentangan dengan ketentuan.”

Baca Juga  Suara Ledakan di Buleleng, Polisi: Terdengar Usai Benda dari Langit Jatuh

“Lebih jauh, temuan tim investigasi bermanfaat sebagai masukan bagi unit-unit semacam SDM dan Diklat, tandas Reza.

Kejadian Sebelumnya

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, membeberkan kronologi penyerangan yang diduga dilakukan oleh pengikut Rizieq Shihab.

Sebelumnya telah terjadi penyerangan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 50 sekitar pukul 00.30 WIB, Senin (7/12/2020).

Fadil menjelaskan, sebelum penyerangan, anggota polisi dari Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan terhadap informasi pengerahan massa untuk mengawal Rizieq Shihab saat pemanggilan Senin kemarin pukul 10.00 WIB.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan