IDTODAY NEWS – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Kepolisian dapat bersikap bijak dalam menerima dan menindaklanjuti setiap laporan.

Hal tersebut disampaikan Sahroni menyikapi pemeriksaan keterangan Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center) Haikal Hassan oleh polisi terkait ceramahnya soal mimpi bertemu Rasulullah.

“Saya rasa, pelaporan Haikal Hasan ini sudah sangat mengada-ada. Apabila sudah sangat mengada-ada ya harusnya sudah aja, tidak usah difollow up,” ujar Sahroni.

“Polisi seharusnya memakai energinya untuk kerjaan yang lain. Ini mau tahun baru, banyak yang harus dikerjakan,” sambung Sahroni.

Menurutnya, tidak memproses laporan yang mengada-ada lebih baik dilakukan oleh polisi, dibanding melakukan proses pemeriksaan yang tidak masuk akal, seperti meminta bukti dari mimpi bertemu Rasulullah.

“Semua orang kan bebas bermimpi dan mengungkapkan mimpinya,” ucap politikus NasDem itu.

Karena itu, Sahroni pun mengingatkan Kepolisian bahwa semua orang berhak bermimpi apapun dan tidak boleh dipidanakan.

“Semua orang bisa bermimpi ketemu siapapun atau jadi apapun. Kalau ada seseorang bilang dia bulan depan bermimpi akan jadi presiden, masa harus terkena pasal makar? Mimpi itu hak orang, tidak boleh dikriminalisasi,” ujarnya.

Baca Juga  Komisi III DPR Kawal Kasus Habib Rizieq Diproses Terbuka

Baca Juga: Iwan Sumule: 2021 Tahun Perubahan, Butuh Kepemimpinan Nasional Agar Tidak Chaos

Sumber: tribunnews.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan