Alasan FPI Sebar Kronologi Penembakan Enam Laskar Dalam Tiga Bahasa

Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari.(Foto: KOMPAS.COM/FARIDA)

IDTODAY NEWS – Sekretaris Umum DPP FPI Munarman menjelaskan alasan membuat siaran pers soal kronologi penembakan versi mereka dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Arab. Menurut Munarman, FPI punya alasan khusus melakukan hal tersebut.

“Supaya media luar update dengan kasus ini,” ujar Munarman saat dihubungi Tempo, Rabu, 23 Desember 2020.

Munarman menyebut efek dari siaran pers berbahasa asing tersebut adalah kedatangan perwakilan Kedutaan Besar Jerman ke Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat. Kedatangan staf Kedubes Jerman itu sempat viral di media sosial.

Dalam siaran pers FPI berbahasa Inggris itu dibeberkan kronologi kasus bentrok antara laskar dengan aparat kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Dalam keterangan itu, FPI mengklaim bahwa kasus ini berawal dari mobil asing yang memepet mobil rombongan Rizieq Shihab.

Dalam rilis yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPP FPI Ahmad Sobri Lubis itu juga dijelaskan soal rekaman suara para laskar yang berusaha mengalihkan rombongan mobil asing yang menguntit. Seluruh koordinasi mengalihkan perhatian mobil asing, yang belakangan diketahui adalah polisi, terdengar dalam rekaman suara.

FPI juga membantah bahwa keenam anggota pengawal Rizieq Shihab itu melakukan baku tembak dengan polisi. Menurut mereka, laskar FPI itu dibantai oleh polisi.

Baca Juga  Kedubes Jerman Akui Diplomatnya Kunjungi Markas FPI, Ini Alasannya

Disebutkan pula bahwa enam laskar FPI tidak memiliki senjata api saat bentrok. Hal ini, bertentangan dengan keterangan polisi yang mengklaim ada baku tembak dan menemukan dua pucuk senjata api dari mobil para laskar.

Baca juga: Lima Fakta Pelaporan Munarman FPI ke Polisi

FPI juga membeberkan identitas keenam laskar FPI yang ditembak oleh polisi, lengkap dengan detail luka bekas peluru di tubuh mereka. “Sangat ironi ketika Polda Metro tidak fokus mengusut kasus pembantaian enam laskar, tapi malah menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka dan menahannya,” bunyi suara pers FPI itu.

Sumber: tempo.co

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan