Amien Rais Ungkap Wacana Presiden 3 Periode Sudah Dibicarakan Sejak 2019 Oleh Tokoh-tokoh Pro Ini

  • Bagikan
Amien Rais Ungkap Wacana Presiden 3 Periode Sudah Dibicarakan Sejak 2019 Oleh Tokoh-tokoh Pro Ini
Amien Rais dan Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi (kanan) dalam deklarasi partai, Kamis (29/4/2021)/pojoksatu.id

IDTODAY NEWS – Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais menyebut rencana Amandemen UUD 1945, salah satunya mengenai presiden 3 periode, sudah dibicarakan sejak 2019.

Amien Rais juga mengungkap pihak-pihak yang membicarakan dan mengangkat wacana tersebut.

“Sesungguhnya rencana amandemen (UUD 1945, tentang masa jabatan presiden) sudah dibicarakan sejak tahun 2019 oleh tokoh-tokoh yang pro Jokowi itu,” kata Amien Rais saat menyampaikan sambutan tausyiah politik acara Tumpengan Virtual Pengesahan Badan Hukum Partai Ummat, Minggu (5/8/2021).

Baca Juga  Amien Rais Membeber Fakta Mengejutkan, Jokowi Tersudut

Lanjut Amien Rais, isu tersebut sengaja mereka turunkan untuk melihat penilaian publik.

Menurutnya, pihak yang melemparkan isu itu juga bukan pihak yang disebutnya sebagai pendukung formal.

“Tiba-tiba isu ini turun seperti sudah agak senyap. Kemudian setelah itu diangkat lagi oleh teman-teman PDIP, terutama bukan PDIP resmi, pendukung bukan formal. Ada oknum-oknum mendapatkan tugas testing on the water ,” kata Amien.

Baca Juga  Amien Rais: Politik Era Jokowi Memecah Belah Dan Bermental Koncoisme

Ia mengatakan, testing on the water ini untuk mengetahui reaksi masyarakat sipil.

Bagaimana jika dilakukan amandemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan Presiden Joko Widodo bisa ditambah lima tahun lagi atau tiga periode.

“Reaksinya apa, kalau masyarakat sipil disuguhi dengan sebuah isu namanya amandemen, supaya Presiden Jokowi bisa diberi waktu lima tahun lagi,” jelasnya.

Tapi, hal tersebut tergantung dengan reaksi masyarakat. Amien menjelaskan, jika masyarakat bereaksi menolak atau negatif, isu amandemen untuk perpanjangan ini bakal otomatis menghilang.

Baca Juga  Sekjen MUI Bilang Pembubaran FPI Tidak Tepat, Ini Alasannya

“Ketika reaksi masyarakat negatif, kemudian itu menghilang,” jelasnya.

“Mungkin kehebatan sekaligus kelemahan dari kita punya cara berpikir yaitu memang short memory. Tergerak sebentar, kemudian pelan-pelan menghilang,” kata Amien Rais.

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan