Andi Mallarangeng Ungkap Moeldoko juga Berusaha Menjadi Ketum Golkar, Tetapi Ditolak

Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

IDTODAY NEWS – Sekretaris Majelis Tinggi DPP Demokrat Andi Mallarangeng menyebutkan, tidak sekali saja Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko bermanuver menjadi ketua umum sebuah partai.

Menurut Andi, jauh sebelum mencuatnya isu kudeta di Demokrat yang melibatkan namanya, Moeldoko pernah berupaya menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Pelapor Natalius Pigai Dianggap Tak Wakili Orang Minang

“Kawan itu juga berusaha masuk jadi ketua umum Golkar, tetapi ditolak,” kata Andi dalam diskusi virtual bertema Partai Demokrat Masih Memikat?, Sabtu (6/2).

Andi melanjutkan, mantan Panglima TNI itu juga pernah ingin menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Seperti upaya di Golkar, Moeldoko juga gagal menjadi orang nomor satu di PPP.

“PPP kemarin mau masuk lagi juga, tetapi enggak ada celah masuknya,” kata dia.

Baca Juga  DPR Minta Luhut Jujur ke Jokowi Soal Kondisi Covid-19 di Indonesia

Setelah gagal di dua partai, kata Andi, Moeldoko mencari celah di Demokrat. Dia berupaya menjadi ketua umum dengan cara kudeta.

Andi berujar, Moeldoko terjebak dengan oknum-oknum yang menatasnamakan Partai Demokrat untuk bisa merebut kursi ketua umum. Namun, faktanya kader tidak menginginkan Moeldoko sebagai pemimpin di Demokrat.

“Nah kawan satu (Moeldoko-Red) itu rupanya sudah pengen sekali juga. Sudah pengin sekali beli barang. Saya dengar beliau juga terjebak,” beber dia.

Baca Juga  Andi Arief Menangis Lihat Syahganda Cs Dipertontonkan Seperti Teroris

Baca Juga: Jokowi Tak Balas Surat AHY, Politikus PDIP: Gagallah Upaya Demokrat Framing Opini

Sumber: jpnn.com

Pos terkait