Batalyon TNI Peringkus Gembong PKI Temukan 2 Gadis PMI di Hutan

Batalyon TNI Peringkus Gembong PKI Temukan 2 Gadis PMI di Hutan
Batalyon Infanteri 407/Padma Kusuma amankan 2 gadis/Viva

IDTODAY NEWS – Prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru saja mengamankan dua gadis muda yang mereka temukan di area hutan perbatasan NKRI dengan Jiran.

Kedua gadis itu ditemukan prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia, Batalyon Infanteri 407/Padma Kusuma di hutan wilayah Desa Sei Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan siaran resmi dari Yonif 407/PK dilansir VIVA Militer, Kamis 11 Februari 2020, kedua gadis itu ditemukan saat akan menerobos masuk ke wilayah Negeri Jiran, tanpa memiliki dokumen yang resmi. Kedua gadis itu diketahui merupakan Pekerja Migran Indonesia alias PMI.

Menurut Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia, Yonif 407/PK, Letnan Kolonel Inf Catur Irawan, kedua gadis itu ditemukan prajurit TNi dari Pos Sei Kelik. Jadi ketika itu prajurit TNI sedang melakukan patroli dan pengendapan di beberapa jalur tikus atau jalur tak resmi di batas kedua negara.

Baca Juga  Kapuspen Tegaskan Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

Baca Juga: Abu Janda-Natalius Pigai Sudah Bertemu, Ngabalin Keras: Tidak Menyelasikan Masalah

“Dari hasil pemeriksaan kedua orang PMI tersebut berinisial EF (16 tahun), dan ST (15 tahun) yang merupakan warga asal Desa Sebetung Paluk, Ketungau Hulu, Sintang,” kata Letkol Inf Catur.

Setelah ditemukan, kedua gadis itu dibawa dan diamankan ke Pos TNI Sei Kelik. Setelah itu keduanya menjalani pemeriksaan sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. “Selama pemeriksaan PMI non prosedural tersebut mereka tidak dapat menunjukkan dokumen resmi untuk masuk ke Malaysia,” ujarnya.

Usai menjalani pemeriksaan, kedua gadis itu dikembalikan ke asal mereka masing-masing. Namun sebelumnya prajurit TNI memberikan pemahaman pada mereka tentang prosedur resmi jika ingin masuk ke negara lain.

Letkol Inf Catur menuturkan, memang saat ini TNI sedang memperketat pengamanan di batas kedua negara, terutama seiring dengan pandemi COVID-19 yang terus mengganas. “Kita semakin intensif seperti ini sesuai dengan perintah dari komando atas dan juga terkait dengan mewabahnya COVID-19,” ujarnya.

Perlu diketahui, Yonif 407/Padma Kusuma merupakan satuan tempur infanteri yang bermarkas Desa Ujung Rusi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Satuan ini memiliki sejarah nama besar yang tak bisa dianggap remeh. Batalyon ini merupakan salah satu satuan yang paling diandalkan TNI Angkatan Darat dalam operasi militer penumpasan G 30 S/PKI pada 1965 hingga 1966.

Baca Juga  Hamdan Zoelva Sebut FPI Bukan Ormas Terlarang seperti PKI, Fadli Zon: Bagaimana Pak Mahfud?

Dan yang luar biasanya, tak cuma menumpas pemberontak yang terlibat. Tapi pasukan Yonif 407/Padma Kusuma juga berhasil menangkap gembong alias tokoh G 30 S/PKI, Dwipa Nusantara Aidit alias D.N Aidit.

Baca Juga: Jujur dan Sportif, Ustadz Ini Bilang Abu Janda Jauh Lebih Terhormat Ketimbang Koruptor Bansos

Tak hanya itu saja, sejak didirikan 27 Oktober 1964, Yonif 407/Padma Kusuma memiliki catatan operasi militer yang mengerikan

Pasukan Yonif 407/Padma Kusuma mendarat di Kalimantan Barat, setelah menempuh perjalanan panjang selama lima hari dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Mereka diberangkatkan pada 8 September 2020 dari Semarang dan tiba di Pelabuhan Dwikora, Kalbar, pada 13 September 2020, dengan menggunakan kapal perang TNI KRI Teluk Hading 538.

Ini merupakan kali pertama Yonif 407/Padma Kusuma dikerahkan ke perbatasan sektor timur RI-Malaysia di Kalimantan Barat. Batalyon ini sebelumnya pernah ditugaskan ke perbatasan Malaysia. Hanya saja ketika itu mereka ditugaskan di wilayah Kalimantan Timur pada 2012 hingga 2013.

Baca Juga: Ubedilah Badrun: Jokowi Tidak Akan Bubarkan Buzzer Karena Kontribusinya Sedang Dinikmati

Sumber: viva.co.id

Pos terkait