Bukan Jusuf Kalla, Ternyata AHY Yang Bakal ‘Didukung’ di Pilpres 2024 Oleh Joe Biden

  • Bagikan
Bukan Jusuf Kalla, Ternyata AHY Yang Bakal ‘Didukung’ di Pilpres 2024 Oleh Joe Biden
SBY dan AHY. (Foto: pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, menyebut tokoh politik Indonesia yang memungkinkan ‘didukung’ Presiden AS Joe Biden di Pilpres 2024 adalah AHY.

Putra Presiden Ke-6 Indonesia SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memang lebih berpeluang didukung oleh Joe Biden dari pada Jusuf Kalla.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, Sabtu (23/1) menyebut, alasan mengapa Ketua Umum Partai Demokrat AHY itu paling mungkin karena mantan Presiden SBY sejak awal merupakan politisi yang American Style.

Baca Juga  Pendamping Anies di Pilpres 2024, Ridwan Kamil dan Khofifah juga Cocok

Berbeda dengan Jokowi, Ali Rif’an mengatakan, saat maju pada pemilihan Pilpres 2004, SBY nampak didukung penuh oleh Partai Demokrat.

Apalagi di Partai Demokrat di Indonesia berisi tim inti yang juga berasal dari lulusan Amerika Serikat.

“Yang paling mungkin AHY, bukan JK (Jusuf Kalla). Thinktank-nya merata lulusan AS, SBY lebih kuat karena sejak awal kiblatnya AS, dia nampak American Style,” kata Ali Rif’an, Sabtu (23/1).

Baca Juga  Polda Metro Kerahkan Ribuan Aparat Antisipasi Demo ‘Jokowi End Game’

Lebih lanjut, mantan Manajer Riset Poltracking itu menganalisa bahwa AS dalam setiap momen elektoral Pilpres 2024 di Indonesia akan melakukan ekspansi dan dukungan pada calon tertentu.

AS, kata Ali Rif’an, akan berupaya mendukung calon tertentu apabila kandidat yang dirasa akan menganggu kontrak kerja investasi di Indonesia berisiko terganggu.

“Hampir semua kandidat capres, pasti ada koneksi dengan AS. Makanya setiap kontetasi elektoral di Indonesia bisa dipastikan mereka bermain,” kata Ali Rif’an.

Baca Juga  Megawati dan JK Maju Pilpres 2024? Refly Harun Bilang Begini

Sementara itu, pengamat politik internasional, Arya Sandhiyudha, Presiden Joe Biden akan memberikan perhatian kepada negara-negara kawasan Asia Timur, termasuk Indonesia.

Hal itu dilihat dari komposisi kabinet Joe Biden-Kamala Harris yang diisi pejabat veteran era Presiden Barack Obama, yakni Kurt Campbell dan beberapa nama lainnya.

Diketahui, saat era Obama ada kebijakan ‘pivot to Asia’ yang adalah kebijakan luar negeri Amerika Serikat untuk menciptakan poros di kawasan Asia damai, stabil, serta sejahtera secara ekonomis.

Baca Juga  Panas! Dituding Gak Bisa Pimpin Orang Oleh Pak Jusuf Kalla, Rizal Ramli: Ternyata JK raja pembohong

“Ini sebenarnya menjadi sinyal kampanye Biden bahwa AS akan kembali besar di internasional, termasuk kawasan Asia Timur yang sepertinya akan menjadi perhatian,” ujar Arya, Jumat (22/1).

“Dari pola pemilihan orang-orangnya Joe Biden, memang terlihat sangat me-recall memori interaksi dia di era Obama,” katanya.

“Jadi, bukan tidak mungkin secara jejaring internasional Joe Biden juga akan recalling jejaring dia secara internasional termasuk orang-orang yang pernah dia temui di Indonesia,” jelasnya lagi.

Baca Juga  PA 212 Tolak Dikaitkan Rusuh Kemarin: Demo Selesai Usai Doa

Direktur Eksekutif The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) ini menilai, sosok Jusuf Kalla yang disebut memiliki kedekatan sejak 2009 lalu dengan Joe Biden bukan tidak mungkin akan di-recall.

Apalagi dengan kapasitas dan jam terbangnya di dunia internasional, mantan Wakil Presiden dua periode itu tidak perlu diragukan lagi.

“Recalling jejaring Joe Biden ini merupakan aset dan memori bagi JK dengan Biden. Begitu pun tokoh nasional lainnya, bukan tidak mungkin jika jejaring lamanya Biden di-monotize,” kata Arya.

Baca Juga  Bukan Settingan, Elektabilitas AHY Melejit Karena Kerja Politik Yang Dirasakan Rakyat

Namun begitu, Arya menyatakan JK bukanlah satu-satunya orang yang dekat dengan Joe Biden.

Masih ada banyak tokoh nasional lain yang dekat dengan orang nomor satu di AS dan juga berupaya memonotise jaringan tersebut.

“JK sudah teruji menjadi top leader, termasuk dalam hal menghadapi politik AS. Secara kapasitas tidak diragukan. Jadi menurut saya, JK sangat mungkin (di 2024). Cuma kursi presiden kan satu, dan banyak tokoh nasional lainnya yang juga mungkin ingin jadi presiden,” kata Arya.

Baca Juga  Nama Menkumham Yasonna Diseret Di Kasus Djoko Tjandra, ProDEM Dorong Polisi Lakukan Pemeriksaan

Baca Juga: Keluarga Ungkap Syekh Ali Jaber Tak Punya Rumah Ataupun Mobil Pribadi

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan